Produksi Melimpah Tapi Konsumsi Ikan Warga Jateng Sangat Rendah |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti rendahnya tingkat konsumsi ikan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Meski angka produksinya signifikan, tapi Jateng masih menempati urutan 37 dari 38 provinsi se-Indonesia sebagai daerah dengan capaian konsumsi ikan tertinggi.
“Jawa Tengah ini merupakan bagian dari top 10 produksi ikan di Tanah Air. Namun demikian, memang kalau kita hitung, sejujurnya Jawa Tengah ini konsumsi ikannya relatif sangat kecil. Bahkan di seluruh provinsi di Indonesia, ini nomor dua dari belakang,” ungkap Hanif saat menghadiri acara sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakanan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, capaian konsumsi ikan di Jateng pada 2025 hanya 16,32 kilogram per kapita per tahun. Provinsi dengan konsumsi ikan tertinggi adalah Sulawesi Utara, yakni 48,97 kilogram per kapita per tahun.
Padahal angka produksi ikan di Jateng cukup signifikan. Menurut data Kemenko Pangan, pada 2019-2024, rata-rata produksi perikanan tangkap di Jateng mencapai 390 ribu ton per tahun. Sedangkan rata-rata produksi perikanan budidaya pembesaran mencapai 531 ribu ton per tahun.
Menurut Hanif, rendahnya tingkat konsumsi ikan di Jateng perlu menjadi perhatian. “Jadi setelah Papua Selatan, nomor duanya adalah Jawa Tengah. Jadi nomor 37 dari 38 provinsi. Tinggal sedikit lagi ke 38. Ini tentu menjadi sentakan yang sangat besar di tengah-tengah kekayaan ikan kita yang cukup melimpah,” ucapnya.
Tingkat konsumsi ikan di Papua Selatan adalah 10,2 kilogram per kapita per tahun. Selisihnya sekitar enam kilogram dengan Jateng. Secara nasional, Hanif menyampaikan serapan produksi ikan juga masih terbilang rendah.
“Kita memiliki produksi ikan hampir mencapai 56 juta ton per tahun. Konsumsi kita hanya 7,5 juta ton,” kata Hanif.