gop-crypto.vip

Presiden lantik Alim Setiawan Slamet jadi Wakil Menteri Pertanian - ANTARA News Kalimantan Barat

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta pada Kamis.

Pelantikan Alim sebagai Wamentan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya," demikian petikan sumpah jabatan yang diikuti Alim.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang dilantik, dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo selanjutnya memberikan ucapan selamat kepada Alim dan para pejabat negara lainnya yang dilantik pada Kamis.

Dr. Alim Setiawan Slamet merupakan Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu pada periode 2025-2028. Dia terpilih pada Desember 2025 untuk menggantikan Arif Satria, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dengan pelantikan Alim maka saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki dua Wamentan. Dengan Wamentan Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustofa telah dilantik pada 1 Oktober lalu.

Selain Wamentan, dalam kesempatan hari ini turut dilantik pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko, Wakil Menteri Pertahanan Letjen Richard Tambubolon, Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.