Presiden Dewan ICAO Tinjau Sistem Navigasi Udara Indonesia
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 14 September 2026, 18:15 WIB

Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan SDM dan sistem navigasi udara Indonesia di Tangerang, Banten. - Dok. Kemenhub
AKURAT.CO Presiden Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Toshiyuki Onuma meninjau sejumlah fasilitas penerbangan sipil di Tangerang, Banten, untuk melihat langsung kapasitas Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dan sistem navigasi udara.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, setelah Onuma menghadiri Konferensi ke-61 Direktur Jenderal Perhubungan Udara kawasan Asia dan Pasifik di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7–11 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Onuma terlebih dahulu mendatangi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Penerbangan Sipil (CAHRDC) di Curug. Ia meninjau fasilitas dan program pelatihan yang telah membawa CAHRDC meraih predikat ICAO TRAINAIR PLUS Platinum Training Centre of Excellence.
Baca Juga: Gantikan Sergio Conceicao, Massimiliano Allegri Resmi Kembali ke AC Milan
Predikat tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas fasilitas pelatihan penerbangan Indonesia yang memenuhi standar internasional.
Status Platinum juga dinilai memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam kerja sama pengembangan sumber daya manusia penerbangan dengan negara-negara anggota ICAO.
Onuma mengapresiasi upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia penerbangan.
“Kendati demikian, kami berharap melalui upaya-upaya semacam ini, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan di setiap negara dapat meningkat secara nyata dan signifikan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ICAO, yaitu No Country Left Behind (Tidak Ada Negara yang Tertinggal),” kata Onuma dikutip dari laman Kemenhub, Senin (14/9/2026).
Tinjau Navigasi Udara
Setelah mengunjungi CAHRDC, Onuma melanjutkan agenda ke New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC) yang dikelola Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia.
Di sana, Onuma meninjau sistem manajemen lalu lintas udara yang digunakan untuk mengatur penerbangan di wilayah udara Indonesia.
Infrastruktur tersebut menunjukkan perkembangan sistem navigasi udara Indonesia dalam mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan.
Baca Juga: Utang Rp5,2 Miliar Belum Lunas, Eks Pejabat Kemenhub Didakwa Patok Fee 5 Persen
Onuma mengatakan navigasi penerbangan menjadi salah satu elemen penting dalam agenda ICAO untuk memastikan ruang udara tetap aman, terlindungi, berkelanjutan, dan efisien dalam jangka panjang.