Pramuka Buleleng galang donasi bangun rumah layak huni - ANTARA News Bali
Buleleng (ANTARA) - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng, Bali meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan untuk menghimpun donasi pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat kurang mampu di daerah tersebut.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa di Singaraja, Jumat, mengatakan program tersebut menjadi agenda tahunan Pramuka Buleleng sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni.
"Hari ini kami resmi meluncurkan program Bumbung Kemanusiaan. Jika tidak ada halangan, tanggal 28 Juli kami akan melakukan peletakan batu pertama. Mudah-mudahan pembangunan selesai dalam waktu 30 hari," kata dia.
Menurut Suyasa, pihaknya membuka ruang partisipasi seluruh anggota Pramuka serta para tokoh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Buleleng untuk ikut berdonasi melalui program tersebut.
Ia menjelaskan pada Bulan Bakti Pramuka 2026 Kwarcab Buleleng menargetkan pembangunan dua unit rumah layak huni yang telah dikoordinasikan bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng.
"Dua rumah yang akan dibangun berada di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, dan Desa Banyusri, Kecamatan Banjar. Memang jumlahnya belum banyak, tetapi setiap tahun kami berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Suyasa mengakui biaya pembangunan rumah layak huni mengalami peningkatan seiring naiknya harga bahan bangunan. Meski demikian, Pramuka Buleleng tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ia menambahkan Bumbung Kemanusiaan juga telah dimanfaatkan dalam berbagai aksi kemanusiaan, termasuk saat terjadi banjir bandang di Kecamatan Banjar.
"Waktu banjir bandang di Banjar, kami membuka Bumbung Kemanusiaan dan berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp100 juta dari anggota Pramuka, sekolah, dan masyarakat. Seluruh bantuan itu kami kelola secara transparan," katanya.
Sementara itu, Penguatan Kapasitas Pengurus Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari pelbagai kalangan.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwarcab Buleleng guna meningkatkan kapasitas relawan Pramuka dalam penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.