gop-crypto.vip

Pramono pastikan rancangan perubahan APBD 2026 dilakukan hati-hati

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan bijaksana (prudent) untuk memastikan seluruh program yang direncanakan berjalan dengan baik.

"APBD DKI Jakarta disusun dengan kehati-hatian, prudent. Dan saya sudah menyampaikan kepada jajaran TPAD yang melakukan pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta, lebih baik kita mempunyai APBD yang prudent, yang hati-hati, tetapi bisa dijalankan," kata Pramono di Jakarta, Rabu.

Pramono mengaku tidak ingin penyusunan postur anggaran terlihat besar, namun tidak bisa dijalankan dengan baik.

Tak hanya dalam hal penyusunan APBD, prinsip kehati-hatian ini juga diterapkan dalam penyusunan pembiayaan kreatif yang dimanfaatkan untuk pembangunan Jakarta.

"Sehingga dengan demikian, saya yakin dengan APBD yang ada, pasti tidak akan mengurangi kualitas pembangunan yang ada di Jakarta," ungkap Pramono.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan Rancangan Perubahan APBD 2026 sebesar Rp79,59 triliun, turun sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026 sebesar Rp81,32 triliun.

Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp69,36 triliun atau turun sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan APBD 2026 sebesar Rp71,45 triliun.

Sementara itu, Belanja Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp75,08 triliun atau naik sebesar 1,08 persen, dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp74,28 triliun.

Baca juga: DKI ajukan Raperda perubahan APBD 2026 Rp79,59 T dan kota layak anak

Baca juga: DPRD DKI tegaskan penyesuaian anggaran tak kurangi layanan dasar

Baca juga: DPRD DKI dan TAPD sepakati APBD Perubahan 2026 sebesar Rp79,59 triliun

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.