Prabowo tegaskan politik luar negeri Indonesia bebas aktif
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan membangun hubungan persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara.
“Sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun," kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip di Jakarta, Rabu.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia berusaha menjalin hubungan baik dengan berbagai negara. "Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan prinsip tersebut menjadi dasar Indonesia untuk tidak menempatkan diri dalam blok kekuatan tertentu sekaligus tetap menjalin komunikasi dengan berbagai negara di dunia.
Ia mengatakan prinsip tersebut juga menjadi salah satu alasan dirinya memenuhi undangan dari berbagai negara, baik di Eropa, Asia, maupun kawasan Timur Tengah.
Prabowo menegaskan kunjungannya ke berbagai negara tidak menunjukkan keberpihakan Indonesia kepada satu kekuatan tertentu. Menurut dia, kehadiran Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting.
“Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang," ujar Prabowo.
Prabowo juga menjelaskan bahwa dirinya juga sangat sering melawat ke Perancis, Inggris, Turki, negara-negara Arab seperti Mesir, ke Uni Emirat Arab, Qatar, dan juga ke China serta Jepang.
Dia menekankan pentingnya Indonesia menjaga komunikasi dengan Rusia karena negara tersebut memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, termasuk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan prinsip yang sama berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat maupun negara lainnya.
Menurut Prabowo, memenuhi undangan negara sahabat merupakan bagian dari diplomasi untuk menjaga komunikasi dan hubungan baik.
“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” ucap Prabowo.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.