Prabowo Perintahkan Lindungi IKN, Menhut-Bos OIKN Cs Langsung Rapat
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), secara khusus di Kalimantan Timur karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dikatakan, Presiden telah memberikan arahan agar kebakaran tidak sampai memasuki zona inti IKN. Demikian mengutip keterangan di situs resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Untuk itu, pemerintah memperkuat koordinasi pengendalian karhutla melalui Rapat Evaluasi Pengendalian Karhutla yang dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait, Senin (14/9/2026).
Dijelaskan, rapat itu membahas perkembangan kondisi karhutla di Kalimantan Timur, kesiapsiagaan, serta penguatan langkah pencegahan dan penanganan untuk memastikan kebakaran tidak meluas, khususnya ke kawasan IKN.
"Perkembangan hotspot di Kalimantan Timur perlu menjadi perhatian serius. Jumlah hotspot meningkat dalam beberapa hari terakhir. Dari 41 titik, 44 titik, 58 titik, hingga mencapai 72 titik," kata Raja Juli.
Meski hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran, imbuh dia, peningkatan tersebut menjadi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan verifikasi lapangan, termasuk melalui pemantauan drone, serta memperkuat patroli dan pencegahan di kawasan hutan dan lahan.
"Hotspot tidak selalu menjadi fire spot. Tentu harus dilakukan pengecekan di lapangan. Namun tren ini menjadi warning bagi kita semua untuk lebih berhati-hati menjaga kawasan dan lahan kita. Kalimantan Timur harus menjadi percontohan yang baik dalam pengendalian karhutla, dan kita berharap angkanya bisa ditekan hingga nol," ujar Raja Juli.
Di sisi lain, dia menambahkan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur merupakan tanah mineral. Dengan begitu, karakteristiknya berbeda dengan sejumlah provinsi prioritas yang memiliki ekosistem gambut yang luas.
"Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kewaspadaan. Terlebih, terdapat pula kawasan dengan karakter gambut muda yang tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan secara dini untuk mencegah berkembangnya kebakaran," imbuh dia.
Sementara, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, Pemerintah Pusat terus mengerahkan sumber daya untuk mendukung pengendalian karhutla di Kalimantan Timur, baik melalui operasi darat maupun udara.
"BNPB telah mengerahkan dukungan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas. Dukungan tersebut disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masing-masing wilayah," kata dia.
Tak hanya itu, Suharyanto menekankan pentingnya memastikan ketersediaan dan pemanfaatan peralatan pemadaman di tingkat daerah.
"Peralatan yang telah didistribusikan harus segera digunakan dan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh unsur yang memiliki kemampuan, termasuk BPBD, TNI, Manggala Agni Kemenhut, masyarakat peduli api, maupun OIKN. Langkah tersebut diperlukan agar respons terhadap karhutla di Kalimantan Timur dapat dilakukan secara cepat dan efektif," ucapnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menambahkan hal senada.
"Perlu ditingkatkan patroli darat, sehingga kami mohon Bapak Kapolda dan TNI menambah personel untuk patroli darat. Dengan penguatan ini, kita berharap potensi titik api dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang lebih luas," kata Basuki.
Titik Panas Hotspot Melonjak
Di sisi lain, SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Senin, 14 September 2026 pukul 21.05 WIB mencatat, secara nasional terdeteksi 1.437 hotspot high confidence. Angka ini meningkat dibandingkan 592 titik pada hari sebelumnya.
Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence tercatat:
- Kalimantan Tengah: 689 titik, meningkat dari 89 titik
- Kalimantan Barat: 203 titik, meningkat dari 14 titik
- Sumatra Selatan: 116 titik, meningkat dari 49 titik
- Kalimantan Selatan: 112 titik, meningkat dari 28 titik
- Jambi: 9 titik, turun dari 17 titik
- Riau: 0 titik, tetap nihil hotspot high confidence.
"Konsentrasi hotspot terbesar berada di Kalimantan Tengah, diikuti Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, dan dukungan operasi udara pada wilayah yang membutuhkan respons segera," tulis Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).
"Di sisi lain, perkembangan lebih baik terlihat di Jambi, sementara Riau kembali tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir," tambah Kemenhut.
Disebutkan, Kemenhut bersama tim gabungan memperkuat operasi pengendalian karhutla menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan. Penguatan dilakukan melalui respons cepat di lapangan, pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]