Prabowo: Pemimpin olahraga berkorban karena cinta Tanah Air - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan para pemimpin dan pembina cabang olahraga di Indonesia telah mengorbankan waktu dan tenaga karena kecintaan mereka terhadap Tanah Air.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
"Kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada para pemimpin dan pembina olahraga masing-masing. Pemimpin dari cabang-cabang olahraga karena kalian memimpin berkorban juga," kata Prabowo.
Menurut Presiden, menjadi pemimpin cabang olahraga di Indonesia membutuhkan pengorbanan, termasuk waktu dan tenaga.
"Karena jadi pemimpin cabang olahraga di Indonesia tidak seperti di negara lain. Di kita, ini berkorban, berkorban waktu, berkorban tenaga," katanya.
Prabowo menilai pengorbanan tersebut menunjukkan kecintaan para pemimpin dan pembina olahraga terhadap Tanah Air serta keinginan untuk berkontribusi bagi kemajuan olahraga nasional.
"Mereka itu juga cinta Tanah Air. Mereka ingin berbuat. Mereka sebetulnya sudah sampai puncak-puncak karier mereka. Tapi di situ dia masih, saya ingin. Walaupun sebagian besar juga dulu olahragawan-olahragawan hebat juga," ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh pihak mendoakan perjuangan atlet Indonesia agar dapat memberikan hasil terbaik pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Presiden pada Rabu, resmi melepas kontingen Indonesia yang berkekuatan 430 atlet dari 35 cabang olahraga.
Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih oleh Presiden kepada perwakilan atlet, yakni atlet panjat tebing Veddriq Leonardo.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo apresiasi pengorbanan pemimpin cabang olahraga
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.