Prabowo menerima paparan 15 stan riset unggulan BRIN
Prabowo menerima paparan 15 stan riset unggulan BRIN
Kamis, 6 Agustus 2026 15:21 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA/HO-BPMI
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menerima paparan hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan Jakarta sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan Presiden menerima Kepala BRIN Arif Satria beserta tim untuk menyaksikan pemaparan hasil riset dan teknologi unggulan karya anak bangsa.
"Pada audiensi tersebut BRIN menampilkan berbagai hasil riset strategis dan teknologi unggulan karya anak bangsa yang diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional," katanya.
Menurut Prasetyo, BRIN menghadirkan 15 stan yang menampilkan hasil riset dan inovasi dari sejumlah klaster teknologi unggulan sebagai turunan dari delapan Agenda Riset Nasional.
Riset yang dipamerkan mencakup berbagai bidang strategis, antara lain pangan, energi, kesehatan, transportasi, pertahanan, lingkungan, ketahanan air, serta inovasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan hasil riset tersebut menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menghasilkan teknologi untuk menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional secara mandiri.
Prasetyo mengatakan pemerintah menempatkan hilirisasi hasil riset sebagai prioritas agar inovasi tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Menurut dia, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, industri, badan usaha milik negara, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.