gop-crypto.vip

Prabowo Bakal Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi Hari Ini

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia, Kamis 13 Agustus 2026.

Baca Juga

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, peresmian dipusatkan di Jl. Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Baca Juga

“Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis 13 Agustus 2026

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.

Baca Juga

Skalanya pun cukup besar. Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda, dengan total panjang mencapai 19,2 kilometer.

Ratusan jembatan itu tercatat menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran jembatan tidak sekadar memangkas jarak antarkampung. Infrastruktur tersebut juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga pusat kegiatan ekonomi.

Pemerintah menilai program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar tidak selalu harus bertumpu pada proyek berskala besar. Kolaborasi lintas institusi dan masyarakat dapat menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan yang langsung dirasakan warga.

“Pemerintah mengapresiasi Jembatan Merah Putih Presisi sebagai bentuk gotong royong pembangunan yang diinisiasi Polri dan dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, yayasan, relawan, teknisi, dan masyarakat,” ujar Prasetyo.

Menurut pemerintah, pembangunan jembatan yang aman dan layak diharapkan mampu memberikan dampak berantai. Selain memperkuat konektivitas wilayah, jembatan juga membuka akses terhadap pendidikan, pelayanan dasar, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Prasetyo.

Program tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pembangunan yang menyasar persoalan konkret di tingkat masyarakat. Di daerah yang aksesnya selama ini terbatas, keberadaan jembatan dapat menjadi penghubung utama menuju berbagai layanan dan pusat aktivitas warga.

Halaman Selanjutnya

“Program ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan secara kolaboratif untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” ujar Prasetyo.