PP FPTI belum berniat rekrut atlet naturalisasi untuk perkuat timnas
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) belum berniat merekrut atlet naturalisasi atau berkewarganegaraan ganda karena menilai potensi atlet nasional masih melimpah untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional.
Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan federasi memilih memaksimalkan pembinaan atlet dalam negeri sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan cabang olahraga panjat tebing Indonesia.
"Kami belum ada rencana dan masih percaya dengan potensi atlet lokal yang ada sampai sekarang, ditambah stoknya juga melimpah," kata dia di Jakarta, Jumat.
Pria yang kerap disapa Pristiawan itu menjelaskan, FPTI akan lebih fokus memperkuat pembinaan sejak usia dini, termasuk memperluas program pencarian dan pengembangan bakat di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar talent pool atlet nasional secara berkelanjutan.
Dia menjelaskan ketersediaan atlet potensial menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga prestasi panjat tebing di level dunia. Oleh sebab itu, penguatan pembinaan daerah dinilai lebih strategis dibandingkan mendatangkan atlet keturunan atau campuran Indonesia.
Baca juga: Kemenpora tunjukkan komitmen dukung pengembangan atlet panjat tebing
Selain itu, tambah dia, panjat tebing selaku cabang olahraga unggulan dan prioritas juga mendapat dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memenuhi kebutuhan pemusatan latihan nasional yang berpusat di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dukungan tersebut membantu atlet mengikuti sejumlah kejuaraan dunia dalam setahun terakhir. Program pelatnas juga tengah diarahkan untuk mempersiapkan tim Indonesia menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.
Wahyu menilai kesinambungan pembinaan dan dukungan pemerintah menjadi kunci agar prestasi panjat tebing Indonesia tetap menanjak, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet berprestasi dari berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah mengusulkan perubahan peraturan perundang-undangan untuk membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta tertentu yang dinilai dapat memberikan sumbangan bagi kepentingan nasional.
"Hari ini saya sampaikan ke Dewan, saran Pemerintah Indonesia, saran kami untuk mengizinkan dwikewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia," kata Prabowo saat menyampaikan pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengatakan Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara. Sebagian di antaranya memiliki keahlian yang dibutuhkan Indonesia, antara lain ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, dan atlet.
Baca juga: Prabowo: Pemerintah usulkan kewarganegaraan ganda terbatas
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.