Posisi tidur yang baik untuk kesehatan, mana yang paling dianjurkan?
Jakarta (ANTARA) - Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk memulihkan energi dan memperbaiki berbagai fungsi penting. Namun, selain durasi tidur, posisi tidur juga berpengaruh terhadap kualitas istirahat dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Posisi tidur yang kurang tepat dapat memicu berbagai keluhan, seperti nyeri leher, sakit punggung, mendengkur, hingga asam lambung naik. Sebaliknya, posisi tidur yang sesuai dapat membantu menjaga postur tubuh, melancarkan pernapasan, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Lantas, posisi tidur seperti apa yang paling baik untuk kesehatan? Berikut penjelasannya, merangkum dari berbagai sumber.
1. Tidur miring, posisi yang paling banyak direkomendasikan
Tidur dengan posisi miring, baik ke kanan maupun ke kiri, merupakan salah satu posisi yang paling sering direkomendasikan oleh para ahli.
Posisi ini membantu menjaga tulang belakang tetap sejajar, mengurangi tekanan pada punggung, serta membuat saluran napas lebih terbuka dibandingkan tidur telentang.
Tidur miring juga dapat membantu mengurangi kebiasaan mendengkur pada sebagian orang.
Agar lebih nyaman, letakkan bantal di antara kedua lutut untuk menjaga posisi pinggul dan tulang belakang tetap sejajar.
Baca juga: 10 cara mengurangi screen time agar mata tetap sehat dan tidur nyenyak
2. Tidur miring ke kiri, baik untuk beberapa kondisi tertentu
Tidur miring ke kiri sering disarankan bagi orang yang mengalami penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi ini membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan dibandingkan tidur telentang atau miring ke kanan.
Selain itu, posisi miring ke kiri juga banyak dianjurkan untuk ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Posisi ini membantu meningkatkan aliran darah menuju janin, rahim, dan ginjal, sekaligus mengurangi tekanan pada organ dalam.
3. Tidur miring ke kanan juga memiliki manfaat
Meski sering dibandingkan dengan posisi miring ke kiri, tidur miring ke kanan tetap menjadi pilihan yang baik bagi banyak orang.
Posisi ini dapat membantu menjaga tulang belakang tetap netral dan mengurangi tekanan pada sendi. Selama tubuh terasa nyaman dan tidak memiliki kondisi medis tertentu, tidur miring ke kanan umumnya tidak menjadi masalah.
Yang terpenting adalah memastikan kepala dan leher mendapat penyangga bantal yang sesuai agar tidak terjadi ketegangan otot.
4. Tidur telentang, baik untuk menjaga postur tubuh
Tidur telentang memungkinkan berat tubuh terdistribusi secara merata sehingga mengurangi tekanan pada leher dan punggung.
Posisi ini juga membantu menjaga keselarasan kepala, leher, dan tulang belakang apabila menggunakan bantal dengan tinggi yang sesuai.
Namun, tidur telentang kurang disarankan bagi orang yang memiliki sleep apnea atau sering mendengkur karena lidah dapat jatuh ke belakang dan menyumbat sebagian saluran napas.
Baca juga: Cara cepat tidur dalam 5 menit, efektif untuk yang sulit pulas
5. Tidur tengkurap, sebaiknya tidak terlalu sering
Tidur tengkurap umumnya menjadi posisi yang paling tidak direkomendasikan.
Saat tidur tengkurap, leher harus diputar ke salah satu sisi dalam waktu yang lama sehingga dapat menyebabkan nyeri leher dan bahu.
Selain itu, posisi ini juga meningkatkan tekanan pada tulang belakang sehingga berisiko memicu nyeri punggung setelah bangun tidur.
Meski demikian, pada beberapa orang yang sering mendengkur, tidur tengkurap dapat membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Namun, manfaat tersebut perlu dipertimbangkan dengan risiko terhadap postur tubuh.
Tips memilih posisi tidur yang nyaman
Selain menentukan posisi tidur, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
1. Gunakan bantal yang sesuai
Bantal sebaiknya mampu menopang kepala dan leher agar tetap sejajar dengan tulang belakang.
Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan leher terasa pegal saat bangun.
2. Pilih kasur yang menopang tubuh
Kasur yang terlalu keras maupun terlalu empuk sama-sama dapat memengaruhi kenyamanan tidur.
Pilih kasur yang mampu menopang lekuk alami tulang belakang sehingga tekanan pada tubuh lebih merata.
Baca juga: Sudah ngantuk tapi sulit tidur pulas? Ini penyebab dan cara atasinya
3. Gunakan bantal tambahan bila perlu
Bagi yang tidur miring, menempatkan bantal di antara lutut dapat membantu menjaga posisi pinggul tetap stabil.
Sementara bagi yang tidur telentang, meletakkan bantal kecil di bawah lutut dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung bagian bawah.
4. Dengarkan kenyamanan tubuh
Tidak ada satu posisi tidur yang cocok untuk semua orang. Posisi terbaik adalah posisi yang membuat tubuh tetap nyaman, tidak menimbulkan nyeri, dan memungkinkan Anda bangun dalam keadaan segar.
Jika memiliki kondisi medis tertentu seperti GERD, sleep apnea, nyeri punggung kronis, atau sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai posisi tidur yang paling sesuai.
Jadi, posisi tidur mana yang paling baik?
Secara umum, tidur miring menjadi posisi yang paling banyak direkomendasikan karena membantu menjaga keselarasan tulang belakang sekaligus mendukung pernapasan yang lebih baik.
Bagi penderita GERD dan ibu hamil, tidur miring ke kiri sering dianggap sebagai pilihan yang lebih menguntungkan. Sementara itu, tidur telentang masih menjadi posisi yang baik bagi orang yang tidak memiliki masalah mendengkur atau gangguan pernapasan saat tidur.
Yang tidak kalah penting, kualitas tidur juga dipengaruhi oleh kebiasaan sebelum tidur, durasi istirahat yang cukup, serta lingkungan kamar yang nyaman. Dengan memadukan posisi tidur yang tepat dan pola tidur yang sehat, tubuh dapat beristirahat lebih optimal setiap malam.
Baca juga: 10 Kebiasaan sebelum tidur yang bisa tingkatkan kualitas istirahat
Baca juga: Sering terbangun tengah malam? Kenali 7 penyebab dan cara mengatasinya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.