Ponorogo tambah anggaran kesiapsiagaan bencana Rp14,85 miliar - ANTARA News Jawa Timur
Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemkab Ponorogo, Jawa Timur mengusulkan penambahan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar 297,08 persen atau Rp14,85 miliar, dari Rp5 miliar menjadi Rp19,85 miliar dalam APBD Perubahan 2026 guna memperkuat kesiapsiagaan penanganan bencana dan kebutuhan darurat lainnya.
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto, Kamis, mengatakan, usulan tersebut diajukan karena alokasi BTT yang tersedia saat ini mulai menipis setelah digunakan untuk berbagai penanganan kondisi darurat, termasuk pembangunan jembatan darurat dan kegiatan mitigasi bencana.
“Penambahan BTT ini sangat krusial karena alokasi yang ada sudah relatif menipis. Sebelumnya banyak digunakan untuk penanganan kebutuhan darurat, termasuk pembangunan jembatan darurat dan kegiatan mitigasi bencana,” katanya.
Menurut Agus, penambahan anggaran tersebut juga menindaklanjuti rekomendasi Badan Anggaran DPRD Ponorogo agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk merespons kondisi darurat secara cepat.
Dana BTT disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hingga akhir tahun, mulai dampak kemarau panjang hingga ancaman hidrometeorologi yang berpotensi muncul saat musim hujan.
“BTT ini kami siapkan untuk menghadapi potensi bencana darurat, baik akibat kemarau panjang maupun sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman bencana ketika memasuki musim penghujan,” ujarnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, rancangan APBD Perubahan 2026 juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, penguatan layanan publik, dan pengelolaan lingkungan hidup.
Pemkab Ponorogo berharap tambahan BTT tersebut dapat memastikan penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan cepat dan efektif hingga akhir tahun.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.