Polres Pamekasan terapkan pengamanan berlapis saat upacara Kemerdekaan - ANTARA News Jawa Timur
Pamekasan (ANTARA) - Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Jawa Timur menyatakan menerapkan pola pengamanan berlapis saat pelaksanaan upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026.
"Pola pengamanan berlapis ini kami terapkan agar pelaksanaan upacara bersejarah terselenggara dengan khidmat, tanpa gangguan sedikitpun," kata Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama di Pamekasan, Minggu malam.
Upacara memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Pamekasan akan digelar di lapangan Pendopo Kabupaten Pamekasan.
Pengamanan lapis pertama di sekitar area lapangan, sedangkan lapis kedua di pintu masuk menuju lapangan pendopo dan lapis ketiga di sepanjang jalan raya menuju dan dari area Pendopo Pemkab Pamekasan.
"Malam ini semua lokasi pelaksanaan upacara disterilkan," katanya.
Evan lebih lanjut menjelaskan, selain menerapkan pola pengamanan berlapis, petugas juga melakukan patroli khusus bersama aparat TNI dan sejumlah personel dari Pemkab Pamekasan.
Sebelumnya, pada Minggu sore, aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan juga menggelar aksi simpatik berupa pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di pusat Kota Pamekasan.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan pukul 15.30 WIB, dan selanjutnya petugas melakukan pembagian bendera di dua titik strategis, yakni kawasan Monumen Arek Lancor sisi timur, di Jalan Panglima Sudirman dan di Simpang 4 Pos 1 Pamekasan.
Sasaran pembagian bendera meliputi pengemudi kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), hingga armada truk yang melintas.
"Pembagian bendera Merah Putih ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, meningkatkan rasa cinta tanah air, sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Pamekasan," katanya.
Pewarta: Abd Aziz
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.