Polres Metro Bekasi mitigasi potensi kerawanan Pilkades Serentak 2026 - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Polres Metro Bekasi mulai memitigasi potensi kerawanan pada tahapan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi guna menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan.
Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Ikhlas Putro Wasono di Cikarang, Sabtu, mengatakan potensi kerawanan yang diprediksi muncul meliputi penyebaran berita bohong, kampanye hitam, politik uang, serta hoaks yang bertujuan mengadu domba masyarakat.
"Potensi yang diprediksi terjadi di antaranya penyebaran berita bohong, kampanye hitam, politik uang, hingga hoaks yang menyudutkan salah satu pihak dengan maksud mengadu domba," kata Ikhlas.
Menurut Ikhlas, melalui operasi tersebut petugas memetakan tingkat kerawanan di setiap desa dan tempat pemungutan suara (TPS) guna menentukan pola pengamanan sesuai tingkat risiko gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Petugas melalui operasi tersebut memetakan tingkat kerawanan di seluruh desa yang menggelar pemilihan sekaligus menentukan skema pengamanan dengan menyesuaikan tingkat risiko gangguan kamtibmas pada masing-masing wilayah sasaran kegiatan.
Polres Metro Bekasi mengerahkan 4.222 personel gabungan untuk mengamankan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026. Personel tersebut terdiri atas 700 anggota polsek, 400 personel Polres Metro Bekasi, dan 3.122 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Metro Jaya.
Ia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar agar pelaksanaan pilkades berlangsung aman, tertib, dan lancar.
"Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan setiap indikasi gangguan kamtibmas melalui polsek terdekat, Polres Metro Bekasi, atau layanan darurat 110 yang dapat diakses secara gratis," kata Ikhlas.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.