Polisi selidiki kebakaran 87 kursi sekolah rakyat di Singkawang - ANTARA News Kalimantan Barat
Singkawang (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Singkawang Selatan masih menyelidiki penyebab kebakaran 87 unit kursi milik Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat yang terjadi di Jalan Sagatani Simajat, depan Sekolah SPP/SPMA Kota Singkawang, Minggu (23/8) malam.
Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Selatan IPTU Dian Edi Sarwono mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat puluhan kursi tersebut sedang diangkut menggunakan mobil bak terbuka.
"Insiden kebakaran puluhan kursi ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sagatani Simajat, depan Sekolah SPP/SPMA Kota Singkawang, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan," kata Dian Edi Sarwono di Singkawang, Senin.
Ia menjelaskan, kursi-kursi tersebut diangkut menggunakan truk dump truck KB 8045 FL berwarna kuning dari gudang milik Kompas di Jalan Sagatani Gare, Kelurahan Sijangkung, menuju Sekolah Rakyat Provinsi Kalbar di Jalan Sagatani Sakong, Kelurahan Sagatani.
Berdasarkan keterangan saksi Gaspar Sanu Tnomat alias Putu, pengangkutan dilakukan bersama empat saksi lainnya, yakni Arif, Muhammad Alkhalaf, Prengki P. Tampubolo, dan Maulana Abdul Aziz. Mereka mulai mengangkut 87 kursi sekitar pukul 19.45 WIB.
Saat kendaraan tiba di Jalan Sagatani Simajat sekitar pukul 20.00 WIB, saksi melihat kursi yang berada di bak truk terbakar. Warga kemudian membantu memadamkan api menggunakan ember.
"Pada saat kejadian, kebetulan melintas mobil yang membawa air bersih dan turut membantu proses pemadaman," katanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiel masih dalam proses pendataan.
Dian mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari para saksi serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di gudang dan lokasi sekitar kejadian untuk memastikan sumber api.
Ia menyebut salah satu kemungkinan yang sedang didalami adalah api rokok yang berasal dari orang-orang yang berada di bagian belakang truk. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lebih lanjut.
"Material kursi terdiri atas besi, spons, dan kain sehingga bagian tertentu mudah terbakar. Namun, kami masih mendalami penyebab pastinya," ujarnya.
Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam peristiwa yang menghanguskan 87 unit kursi yang merupakan inventaris Sekolah Rakyat Provinsi Kalbar tersebut.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.