Polisi beri pengamanan ekstra PN Nabire pada sidang tuntutan ABH - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Polres Nabire memberikan pengamanan ekstra di Pengadilan Negeri Nabire, Papua Tengah, pada sidang pembacaan tuntutan terhadap anak berhadapan dengan hukum (ABH) kasus pembunuhan siswi SMP.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu di Nabire, Senin, mengatakan pengamanan tambahan dilakukan untuk mengantisipasi dinamika massa dan mencegah terjadinya bentrokan selama proses persidangan berlangsung.
“Seluruh agenda persidangan hari ini dilakukan tertutup namun berjalan aman dan tertib, meskipun sempat terjadi insiden pelemparan botol air mineral dari massa di luar saat mobil kejaksaan yang membawa ABH hendak memasuki Pengadilan Negeri Nabire,” ujarnya.
Untuk melakukan pengamanan, pihaknya melibatkan 365 personel serta pemasangan security barrier kawat berduri di luar Pengadilan Negeri Nabire untuk membatasi pertemuan langsung antara massa aksi dan aparat.
Jumlah personel pengamanan disesuaikan dengan perkiraan massa aksi yang mencapai sekitar 3.000 orang berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima kepolisian.
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan hasil koordinasi kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire, DPRK Nabire, serta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT).
"Jangan sampai bentrok bahwa hari ini jumlah massanya banyak, sehingga untuk antisipasi penyusup ataupun ada yang ingin berbuat chaos seperti kemarin, dapat dibatasi gerakannya dengan menghadirkan security barrier," katanya.
Menurutnya, kepolisian juga menerapkan rekayasa arus lalu lintas dengan menggunakan satu jalur jalan di depan Pengadilan Negeri Nabire selama persidangan berlangsung.
Rekayasa lalu litas tersebut untuk memberi ruang pada masyarakat dan keluarga korban menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pembunuhan siswi SMP.
Menurutnya, pola pengaturan lalu lintas tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mendukung keamanan di sekitar lokasi persidangan.
Menurutnya, pengamanan ekstra diperlukan karena pada sidang sebelumnya sempat terjadi insiden pelemparan dan benturan antara massa dengan aparat.
Namun ia memastikan secara umum situasi sidang agenda tuntutan kali ini telah berlangsung aman dan tertib.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk pengurus IKT dan massa pendukung korban, tetap menjaga ketertiban pada agenda persidangan berikutnya hingga sidang putusan.
"Kita harapkan situasi yang ada ini dapat berjalan bersama, tetap dengan situasi seperti ini sampai di sidang putusan," ujarnya.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.