Polda Lampung optimalkan kegiatan polisi masuk sekolah cegah kenakalan remaja
Polda Lampung optimalkan kegiatan polisi masuk sekolah cegah kenakalan remaja
Rabu, 16 September 2026 18:57 WIB
Bhabinkamtibmas Polda Lampung sedang mendengarkan arahan terkait pencegahan kenakalan remaja, di Bandarlampung, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-Polda Lampung)
Maraknya perundungan (bullying), tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol hingga potensi penyebaran paham radikalisme menjadi perhatian Polda Lampung
Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengoptimalkan kegiatan police goes to school (polisi masuk sekolah) guna mencegah kenakalan remaja serta bullying.
"Maraknya perundungan (bullying), tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol hingga potensi penyebaran paham radikalisme menjadi perhatian Polda Lampung, Salah satu langkah yang didorong adalah mengoptimalkan kegiatan Police Goes to School," kata Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan bahwa menghadapi berbagai tantangan tersebut, Bhabinkamtibmas diminta semakin peka membaca situasi dan mampu melakukan pencegahan sejak dini di wilayah binaannya.
"Perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya gangguan kamtibmas, tetapi harus mampu mengenali potensi persoalan dan mengambil langkah pencegahan lebih awal," kata dia.
Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan anak dan remaja perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena ruang digital juga dapat menjadi tempat terjadinya perundungan atau cyberbullying.
“Bhabinkamtibmas harus lebih peka, tanggap dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya yakni memaksimalkan kegiatan pencegahan dari sekolah," kata dia.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada pelajar sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua.
"Selain perundungan, potensi tawuran antarremaja dan pelajar juga mendapat perhatian serius. Sehingga Bhabinkamtibmas juga harus memetakan lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja, mengenali kelompok-kelompok yang berpotensi terlibat perselisihan, serta meningkatkan patroli dialogis terutama pada jam-jam rawan," kata dia.
Menurutnya, pemetaan tersebut diperlukan agar potensi bentrokan dapat diketahui dan dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
"Posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi salah satu personel Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon dan kelurahan. Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, kehadirannya harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat,” kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.