gop-crypto.vip

PLN perkuat mitigasi karhutla melalui Kelurahan Tangguh Bencana

PLN perkuat mitigasi karhutla melalui Kelurahan Tangguh Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 15:42 WIB

Image Print

PLN UID Kalselteng mendukung penguatan kapasitas warga Kelurahan Tanjung Pinang agar semakin terampil mengenali risiko, memahami langkah penyelamatan, dan berkoordinasi ketika menghadapi keadaan darurat. (ANTARA/PLN UID Kalselteng.)

Palangka Raya (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) 2026 di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.

"Dukungan yang diberikan meliputi rambu kebencanaan, penanda jalur evakuasi, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), masker, vitamin, dan obat-obatan," kata Manager PLN UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengatakan, PLN juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya tersebut mengintegrasikan bantuan sarana kebencanaan dengan edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan warga mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta mengambil tindakan awal saat keadaan darurat.

Bagus Cahyadi mengatakan penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan wilayah terhadap potensi bencana, termasuk karhutla.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki sarana pendukung, tetapi juga memahami cara menggunakannya dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. Keterlibatan perempuan juga penting karena kesiapsiagaan dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat,” ujarnya.

Baca juga: PLN-Pemkab Tabalong hadirkan listrik bagi 104 keluarga di Pamarangan Kiwa

Menurut Bagus, keterlibatan aktif warga diperlukan agar upaya mitigasi tidak hanya bergantung pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui pengenalan risiko dan pencegahan sejak dini. Pemberdayaan perempuan turut menjadi perhatian karena keluarga merupakan salah satu lingkungan awal dalam membangun budaya sadar bencana.

Lurah Tanjung Pinang, Geral Namara mengatakan dukungan PLN Peduli memberikan tambahan bekal bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat. Ketersediaan sarana yang disertai edukasi diharapkan membantu warga memahami langkah perlindungan diri dan keluarga serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Indra Wiratama mengatakan pengurangan risiko bencana membutuhkan koordinasi antara pemerintah, relawan, komunitas, dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pemahaman warga terhadap potensi bahaya, jalur evakuasi, dan tindakan penyelamatan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono mengatakan kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak bencana. Menurut dia, sarana kebencanaan perlu diimbangi kemampuan warga dalam menggunakannya serta mengambil keputusan secara tepat saat situasi darurat.

Melalui program Kaltana 2026, PLN UID Kalselteng berharap masyarakat Kelurahan Tanjung Pinang semakin siap menghadapi potensi bencana melalui peningkatan pengetahuan, pemanfaatan sarana pendukung, dan penguatan koordinasi di lingkungan setempat.

Baca juga: PLN perkuat mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah

Baca juga: PLN perkuat dukungan Program KDKMP lewat kolaborasi layanan kelistrikan

Baca juga: PLN perkuat sarana mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.