Platform Orderkuota bongkar penipuan bermodus "customer service"
Jakarta (ANTARA) - Platform transaksi kuota dan pembayaran digital, Orderkuota, membongkar modus penipuan terbaru melalui customer service (CS) palsu yang mengatasnamakan aplikasi tersebut untuk meraup keuntungan dari masyarakat.
“Berdasarkan temuan internal, para pelaku kejahatan siber ini melancarkan modus terstruktur dengan memanipulasi informasi kontak customer service (CS) palsu melalui mesin pencari Google hingga media sosial,” kata Tim Legal Orderkuota Aprillya di Jakarta, Sabtu.
Ia meluruskan informasi sekaligus mengungkap pola penipuan sehingga masyarakat tidak menjadi korban.
Aprillya menjelaskan modus yang paling dominan saat ini adalah eksploitasi optimasi mesin pencari (SEO Spam) dan peretasan konten pada situs web resmi instansi pemerintah dengan domain .go.id atau situs desa.
Menurut dia, pelaku sengaja menanamkan artikel berisi nomor WhatsApp CS palsu di situs berotoritas tinggi tersebut agar berada di halaman pertama Google pencarian.
Kemudian, tautan hasil manipulasi mesin pencari itu disebar ke berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube dalam bentuk konten video maupun komentar dengan narasi bantuan instan.
"Pelaku secara spesifik mengeksploitasi kepanikan dan urgensi pengguna yang sedang mengalami kendala transaksi. Narasi utama yang selalu mereka jual adalah jaminan penyelesaian instan dan layanan super cepat tanpa antrean" kata dia.
Ia menambahkan saat korban yang sedang panik terhubung ke nomor WhatsApp palsu tersebut, pelaku berpura-pura menjadi tim teknis.
“Pelaku kemudian meminta korban mentransfer sejumlah uang berdalih biaya administrasi, verifikasi sistem, atau deposit jaminan, hingga mencoba mencuri data sensitif seperti kode OTP, PIN, dan kata sandi akun,” kata dia.
Pihak Orderkuota menegaskan bahwa layanan CS resmi Orderkuota sama sekali tidak beroperasi melalui saluran WhatsApp, kecuali pengiriman kode OTP resmi dari Orderkuota.
"Kami menegaskan bahwa segala nomor WhatsApp yang beredar di internet dan mengaku sebagai customer service Orderkuota dapat dipastikan seratus persen palsu dan merupakan bentuk indikasi penipuan," kata dia menegaskan.
Ia menjelaskan seluruh layanan pengaduan dan bantuan teknis yang sah hanya dapat diakses melalui saluran resmi terverifikasi, di antaranya fitur utama melalui live chat interaktif langsung di dalam aplikasi resmi Orderkuota, kanal telegram, website resmi serta media sosial resmi.
Orderkuota juga memegang teguh prinsip dasar bahwa layanan CS resmi tidak pernah meminta biaya transfer saldo atau memancing data rahasia seperti Kode OTP, PIN, dan kata sandi akun pengguna dalam bentuk apa pun.
Orderkuota secara berkala melayangkan permohonan pemblokiran dan penghapusan konten (takedown) kepada Google, YouTube, Instagram, dan Facebook untuk menindak tautan maupun akun manipulatif yang mencatut nama perusahaan.
Di sisi lain, keamanan internal aplikasi terus diperkuat melalui otentikasi berlapis (multi-factor authentication), enkripsi pertukaran data standar industri, serta pembatasan akses dari perangkat mencurigakan demi menjaga integritas saldo pengguna.
Pihak manajemen optimistis bahwa langkah edukasi masif dan penindakan digital ini dapat mempersempit ruang gerak pelaku penipuan serta menjaga ruang transaksi digital yang aman.
Baca juga: Manajemen Orderkuota ajak masyarakat tak tertipu kontak palsu
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.