PIS Dorong Literasi Kelautan, Ocean LiteraSEA Jangkau 3.600 Siswa
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 3 September 2026, 15:43 WIB

PIS melalui Ocean LiteraSEA memperkuat literasi kelautan di 61 sekolah pesisir, melibatkan 3.600 siswa, 41 guru, dan mengelola 3,86 ton sampah. - Dok. PT Pertamina International Shipping
AKURAT.CO PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui Ocean LiteraSEA dengan mendorong peningkatan literasi kelautan dan kepedulian lingkungan di wilayah pesisir.
Program yang digagas PIS bersama Inovasi Muda tersebut telah menjangkau 61 sekolah pesisir sejak 2023. Ocean LiteraSEA tercatat melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat dan menghasilkan 41 guru tersertifikasi.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, Ocean LiteraSEA merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PIS untuk ikut membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata menjaga laut.
“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” kata Vega, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target Produksi pada Semester I-2025
Bagi PIS, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Menurut Vega, investasi pada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim dalam jangka panjang.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan,” ujarnya.
Sementara itu, Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini memaparkan, menjaga laut bukan hanya tentang membersihkan sampah yang sudah berada di pesisir. Lebih dari itu, dibutuhkan generasi yang memahami laut, peduli terhadap keberlanjutannya, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi di masa depan.
"Di sinilah Ocean LiteraSEA hadir, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut," papar Restu.
Ia menyampaikan bahwa edukasi mengenai laut ini, tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan.
Menurutnya, literasi laut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai peluang dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.
“Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan,” pungkasnya.
Baca Juga: IBC dan Pertamina Sinergi Kembangkan Ekosistem Industri Baterai Nasional
Selain menyasar peningkatan literasi, program tersebut mencakup revitalisasi 25 perpustakaan, pengelolaan 3,86 ton sampah, serta pemberian beasiswa kepada 15 pelaut muda.
Kebiasaan menjaga lingkungan mulai tumbuh di kalangan siswa SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Sekadar informasi, SDN Sarang Tiung merupakan salah satu dari 61 sekolah pesisir yang menjadi bagian dari program Ocean LiteraSEA
Guru SDN Sarang Tiung, Kusriati mengatakan, perubahan terlihat dari kebiasaan siswa yang kini mulai saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," ucap Kusriati.