gop-crypto.vip

PHI dorong peran media bangun pemahaman tentang industri hulu migas

media menjadi sarana edukasi publik yang efektif untuk membangun pemahaman dan dukungan seluruh pemangku kepentingan

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mendorong peran strategis media dalam membangun pemahaman publik yang akurat dan berimbang mengenai perusahaan industri hulu migas.

Menurut Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan di Jakarta, Sabtu, peran media tidak hanya menyampaikan informasi tentang perusahaan dan perkembangan industri, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran energi dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan Indonesia.

“Di tengah dinamika industri serta tantangan operasional, finansial, dan bisnis yang dihadapi perusahaan, media menjadi sarana edukasi publik yang efektif untuk membangun pemahaman dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, terhadap industri hulu migas nasional,” ujar Dony dalam Program Bincang Asik Soal Migas ala PHI (BASO IGA PHI).

Penyelenggaraan BASO IGA PHI kali ini juga menjadi momentum acara puncak Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026 melalui pemberian penghargaan kepada pewarta yang menghasilkan karya jurnalistik terbaik.

Dony menegaskan karya jurnalistik yang dihasilkan para wartawan turut menghadirkan perspektif yang lebih luas dan positif kepada masyarakat mengenai bagaimana energi dieksplorasi, diproduksi, dikelola, dan didistribusikan sehingga memberikan manfaat bagi kebutuhan energi masyarakat dan ketahanan energi nasional.

Pada kesempatan tersebut, Abi Muhammad Nugraha dari Tim Compliance PHI memaparkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bagian dari upaya PHI dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik serta memperkuat pemahaman media sebagai pemangku kepentingan, terhadap pentingnya integritas dalam setiap proses bisnis.

”Melalui penerapan SNI ISO 37001:2016, kami terus mendorong budaya integritas dengan tidak menoleransi segala bentuk penyuapan, menerapkan prinsip 4 No’s, yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality, serta memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Abi.

Ia menambahkan bahwa penerapan SMAP tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh pekerja dan pemangku kepentingan.

“Kami terus mendorong semua pihak untuk bersama-sama mencegah potensi penyuapan, termasuk mencegah konflik kepentingan, melakukan due diligence (penelitian mendalam) serta melindungi pelapor atas dugaan pelanggaran,” kata Abi menambahkan.

PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pada 2025, PHI mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 58 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 630 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Sementara itu, Chairman Energy and Mining Editor Society (E2S) Azis Husaini, mengapresiasi PHI yang senantiasa terbuka dalam menyampaikan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan kepada media.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di tengah dinamika dan transformasi media saat ini," kata Azis.

Baca juga: Pertamina Hulu Indonesia catat produksi migas di atas target

Baca juga: Pertamina Hulu Indonesia selama 2025 produksi 44,42 ribu barel minyak

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.