PHE ONWJ Rehabilitasi Pesisir Kepulauan Seribu |Republika Online
Masyarakat bersama PHE ONWJ menanam mangrove untuk rehabilitasi kawasan pesisir di Kepulauan Seribu.
REPUBLIKA.CO.ID, KEPULAUAN SERIBU -- Sebanyak 10 ribu pohon mangrove ditanam di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, untuk membantu rehabilitasi kawasan pesisir. Penanaman tersebut bertujuan menahan abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Program yang dilaksanakan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada pertengahan September 2026 tersebut melibatkan masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan setempat. Mereka antara lain Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, Penyuluh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP), serta Kelompok Masyarakat Pegiat Mangrove Alam Seribu.
Head of Communication Relations & CID PHE ONWJ Indra Darmawan mengatakan, penanaman mangrove tersebut merupakan pelaksanaan program Alam Seribu yang berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove di Kepulauan Seribu. Selain manfaat ekologis, program tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Kegiatan penanaman 10.000 pohon mangrove ini dilakukan guna mencegah terjadinya abrasi pantai sekaligus menjadi langkah konkret kami dalam mitigasi perubahan iklim. Selain fungsi ekologis dalam menjaga ekosistem mangrove, kami merancang program ini agar ke depannya dapat memberikan dampak ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Indra, Selasa (6/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, SPKP memberikan pendampingan, sedangkan masyarakat setempat terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove. Pelibatan masyarakat juga ditujukan untuk mendukung pemeliharaan dan keberlanjutan mangrove setelah proses penanaman selesai.
Menurut Indra, keterlibatan masyarakat sejak awal dapat meningkatkan kepedulian terhadap ekosistem mangrove di lingkungan tempat tinggal mereka. Kerja bersama dalam penanaman juga dinilai dapat memperkuat gotong royong masyarakat setempat.
"Kerja sama di lapangan menumbuhkan kembali rasa gotong royong antar masyarakat lokal. Ketika mereka terlibat langsung dari awal, secara otomatis rasa kepedulian dan kepemilikan mereka akan kelestarian ekosistem mangrove di tempat tinggalnya akan semakin meningkat," ujar Indra.
Rehabilitasi tersebut diharapkan membentuk sabuk hijau yang membantu melindungi kawasan pesisir Kepulauan Seribu dari abrasi. Dalam jangka panjang, kawasan mangrove juga memiliki potensi dikembangkan sebagai ekowisata yang dikelola masyarakat setempat.