Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia Bersama BRI
Jumat, 31 Juli 2026 - 10:19 WIB
Batang, VIVA – Secangkir kopi nyatanya membawa Ika Yuanita pada perjalanan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Berangkat dari kepeduliannya terhadap petani kopi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ia pun berusaha merintis PT Kingkaf Makmur Sejahtera sejak tahun 2017. Kini, produk yang dibangunnya dari proses sederhana tersebut telah menjangkau konsumen di berbagai negara.
Baca Juga
Perjalanan Kingkaf bermula ketika Ika melihat hasil panen petani lokal memiliki potensi besar, tetapi belum diolah secara optimal. Keterbatasan pemahaman mengenai proses pascapanen membuat kopi yang dihasilkan belum memiliki nilai tambah yang memadai. Dari situlah muncul keinginan Ika untuk mendampingi para petani sekaligus membawa kopi lokal ke pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, membangun pasar dari nol bukanlah perkara mudah. Tanpa jaringan distribusi yang mapan, Ika memasarkan produknya secara langsung dari satu calon pelanggan ke pelanggan lainnya. Ia mendatangi rekan, kenalan, hingga komunitas yang dinilai memiliki ketertarikan terhadap produknya. “Pada awalnya, proses penjualan kopi kami lakukan secara door to door melalui rekanan dan kenalan,” kenang Ika.
Baca Juga
Perlahan, respons pasar mulai tumbuh. Usaha yang mulanya dijalankan melalui penjualan langsung itu kemudian berkembang menjadi kedai kopi dan restoran. Dalam perjalanannya, Kingkaf bahkan sempat memiliki enam outlet, sebuah pencapaian yang menandai perkembangan bisnisnya dari produk rumahan menjadi usaha kuliner yang semakin dikenal.
Sayangnya, ketika pandemi Covid-19 melanda, enam outlet yang sebelumnya menjadi tumpuan bisnis Kingkaf menghadapi tekanan. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat Ika harus mengambil keputusan besar: mempertahankan pola lama atau mencari cara baru agar usahanya tetap berjalan.
Baca Juga
Di tengah situasi tersebut, Ika kemudian mengalihkan fokus Kingkaf dari bisnis kedai dan restoran ke penjualan produk kemasan melalui jaringan reseller. Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi Kingkaf. Produk yang sebelumnya bergantung pada kunjungan konsumen ke outlet mulai menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan sebagai mitra penjualan.
Seiring bertambahnya reseller dan meluasnya jangkauan pemasaran, kebutuhan Kingkaf pun menjadi semakin kompleks. Ika tidak lagi hanya memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang baik, tetapi juga bagaimana mengelola transaksi, permodalan, pemasaran digital, hingga kapasitas produksi secara lebih tertata.
Halaman Selanjutnya
Pada fase inilah kehadiran BRI mulai menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan Kingkaf. Untuk menopang transaksi sehari-hari, Ika memanfaatkan layanan transfer dan QRIS BRI yang membantunya menerima pembayaran pelanggan secara cepat dan praktis. Ia juga menggunakan fasilitas pembiayaan mikro BRI untuk menjaga kelancaran operasional dan mendukung kebutuhan pengembangan usaha.