Perusahaan sawit berkomitmen tingkatkan dukungan penanganan karhutla di Kotim
Perusahaan sawit berkomitmen tingkatkan dukungan penanganan karhutla di Kotim
Rabu, 16 September 2026 23:12 WIB
Wakil Ketua 1 GAPKI Kalteng yang juga Ketua GPPI Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan, Siswanto menyampaikan pendapatnya saat rapat evaluasi penanganan karhutla di rumah jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-Prokopim Kotim
Sampit (ANTARA) - Perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Prinsipnya, apa yang menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, kami seluruh perkebunan besar kelapa sawit yang ada di Kotawaringin Timur ini pada prinsipnya mendukung itu. Ini juga menjadi komitmen kami yang diputuskan dalam beberapa kali rapat menyikapi karhutla ini," kata Wakil Ketua 1 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah, Siswanto di Sampit, Rabu.
Penegasan itu disampaikan Siswanto saat rapat evaluasi penanganan karhutla di rumah jabatan Bupati Kotawaringin Timur. Rapat yang dipimpin Bupati Halikinnor dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta perwakilan perusahaan besar perkebunan kelapa sawit di daerah ini.
Dia menegaskan, perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui organisasi, mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengatasi karhutla yang masih terjadi hingga saat ini di Kalimantan Tengah pada umumnya.
Siswanto yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan ini menegaskan bahwa di samping berusaha mengamankan tempat atau konsesi sendiri dari karhutla, perusahaan juga berusaha selalu siaga dengan tim masing-masing sehingga selalu siap kapanpun diperlukan untuk memperkuat personel dan armada yang ada.
Upaya yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit juga tetap dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk membantu pemadaman api jika terjadi karhutla.
"Ini sudah pasti karena merupakan kewajiban bagi kami. Dan kami sampai hari ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu penanganan karhutla," tegas pria yang merupakan General Manager PT Hutan Sawit Lestari.
Menurut Siswanto, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini sudah sepakat untuk membantu pemerintah dalam menangani karhutla. Setiap perusahaan diminta segera membantu memadamkan jika terjadi karhutla di desa atau kawasan sekitar konsesi perusahaan mereka.
"Kami yang ada di perkebunan ini tidak mungkin melakukan pembakaran lahan dan hutan. Jika ada karhutla, mungkin itu lokasinya jauh atau di luar jangkauan kami dari kebun terdekat," timpalnya.
Siswanto menyebut, masing-masing perusahaan perkebunan kini meningkatkan patroli berkeliling memantau perbatasan-perbatasan areal perkebunan perusahaan dengan desa sekitar. Ini merupakan deteksi dini sehingga jika ditemukan ada kebakaran lahan maka bisa langsung dipadamkan bersama.
Ditambahkannya, perusahaan perkebunan kelapa sawit sepakat untuk memberi dampak dalam kegiatan penanganan karhutla saat ini yang sudah berjalan. Perusahaan juga sepakat membantu untuk operasional penanganan karhutla dengan sifat bantuan sukarela dan keikhlasan, sesuai keputusan yang sudah disepakati GAPKI.
Pihaknya juga terus memantau hotspot setiap jam, kemudian menginformasikannya kepada anggota. Jika menemukan ada terjadi titik api maka diharapkan segera mengambil alih langkah-langkah yang dirasa perlu.
Dia berharap musibah karhutla ini segera berakhir sehingga lelah dan capek yang dirasakan selama ini bisa segera teratasi. Perusahaan perkebunan kelapa sawit berkomitmen untuk terus membantu, bahkan meningkatkan dukungan kepada pemerintah dalam menangani karhutla dan dampaknya.
"Intinya apabila terjadi kebakaran di kota dan sekitarnya sehingga perlu pemadaman. Kami dari masing-masing perusahaan melalui damkar dan tangki-tangki kami siap membantu. Apabila diperlukan perlu dikeroyok atau gotong royong, kami siap," demikian Siswanto.
Sementara itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur, terus membantu penanganan karhutla. Mereka mengerahkan upaya dengan menurunkan regu pemadam kebakaran, alat berat untuk membuat sumur bor dan sekat bakar agar kebakaran tidak meluas, hingga mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla melalui pengeboman air.
Baca juga: DPRD Kotim dorong seluruh sektor usaha terlibat tangani karhutla
Baca juga: Disdamkarmat Kotim minta warga bersihkan semak 10 meter dari rumah
Baca juga: Dua helikopter water bombing dijadwalkan tiba di Sampit hari ini
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.