Perusahaan Raksasa AI Buka Kantor di Negara Tetangga RI, Intip Lowongan Kerjanya!
Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:20 WIB
Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong pemerintah dan perusahaan teknologi memperkuat kerja sama untuk mengantisipasi risiko sekaligus mengatur pemanfaatannya. Di Singapura, langkah tersebut dilakukan melalui kesepakatan dengan Anthropic, perusahaan pengembang model AI Claude, yang sekaligus membuka kantor barunya di negara tersebut pada Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
Kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) itu mencakup kerja sama dalam aspek keselamatan dan keamanan AI, adopsi teknologi, serta dampaknya terhadap masyarakat dan dunia kerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah evaluasi keselamatan model AI. Salah satu pendiri Anthropic, Benjamin Mann, mengatakan MoU tersebut menjadi dasar bagi kerja sama perusahaan dengan pemerintah Singapura.
Baca Juga
“Ketika kami melatih model baru, tidak ada yang benar-benar mengetahui secara pasti kemampuan model tersebut. Bekerja sama dengan lembaga keselamatan AI seperti lembaga baru di Singapura, serta lembaga-lembaga lain di seluruh dunia, sangat penting untuk memahami risiko dan manfaat model-model baru ini selama proses pengembangannya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Kamis (15/10/2026).
Mann menambahkan, MoU tersebut dapat memperdalam pemahaman mengenai kemitraan pemerintah dan swasta untuk memastikan perusahaan mengembangkan teknologi baru secara aman dan bertanggung jawab. Kerja sama itu juga ditujukan untuk memahami dampak teknologi terhadap dunia dan tenaga kerja.
Baca Juga
Penandatanganan dilakukan oleh Mann dan Sekretaris Tetap Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Chng Kai Fong. Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Josephine Teo serta Kepala Kebijakan Anthropic untuk kawasan Asia Pasifik, Michael Sellitto, turut menyaksikan penandatanganan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kesepakatan ini berlangsung setelah Menteri Senior sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, K Shanmugam, menyampaikan harapan pemerintah agar perusahaan teknologi memberikan transparansi penuh dan berbagi informasi lebih cepat di tengah meningkatnya risiko AI.
Singapura sebelumnya juga menjalin sejumlah kerja sama dengan perusahaan AI lainnya. Pada Mei, negara tersebut menandatangani kesepakatan dengan OpenAI, pengembang ChatGPT, untuk memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi berbasis AI. Pada Juni, Infocomm Media Development Authority (IMDA) dan Microsoft menandatangani MoU untuk memperdalam kolaborasi terkait keselamatan dan keamanan AI.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, Government Technology Agency of Singapore (GovTech) bekerja sama dengan laboratorium riset AI Google DeepMind untuk mengembangkan deteksi penipuan secara waktu nyata pada perangkat, sebagai bagian dari strategi negara cerdas dan upaya keamanan siber.