gop-crypto.vip

Pertanian jadi sektor penyerap tenaga kerja terbanyak di Papua Barat - ANTARA News Papua Tengah

Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menyebut sektor pertanian masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak yakni mencapai 123.788 orang atau 41,36 persen dari total 299.305 penduduk yang bekerja pada Mei 2026.

Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Rabu, mengatakan struktur ketenagakerjaan didominasi sektor primer, terutama pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

“Jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 sebanyak 299.305 orang,” ujarnya.

Selain pertanian, kata dia, lapangan usaha administrasi pemerintahan menempati urutan kedua dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 14,67 persen atau sekitar 43.900 orang, diikuti perdagangan besar dan eceran 12,54 persen 37.530 orang.

“Dengan demikian, ketiga lapangan usaha tersebut menyerap 205.218 orang atau 68,57 persen dari total penduduk bekerja, sehingga menjadi penopang utama pasar tenaga kerja di Papua Barat,” jelas Merry.

Ia melanjutkan, penduduk bekerja di sektor industri pengolahan 27.869 orang, jasa konstruksi 23.107 orang, jasa pendidikan 13.648 orang, transportasi dan pergudangan 6.437 orang, akomodasi dan makan minum 5.447 orang, kesehatan 4.460 orang, serta lainnya.

Selama periode Februari hingga Mei 2026 terjadi pergeseran komposisi tenaga kerja antarlapangan usaha, seperti sektor layanan kesehatan dan kegiatan sosial mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja tertinggi sekitar 1,25 persen.

“Sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat penurunan terbesar (-1,98 persen) dibanding periode Februari 2026,” ucap Merry.

Menurut dia, jumlah penduduk bekerja di Papua Barat pada periode Mei 2026 bertambah sebanyak 118 orang menjadi 299.305 orang yang terdiri atas pekerja penuh 193.239 orang, paruh waktu 81.807 orang, dan setengah pengangguran 24.259 orang.

Jumlah penduduk yang bekerja di kegiatan formal selama periode tersebut juga meningkat dari 39,65 persen menjadi 41,53 persen atau 124.303 orang, sedangkan sektor informal justru menurun dari 60,35 persen menjadi 58,47 persen.

“Peningkatan pekerja formal terutama didorong tenaga kerja berstatus buruh/karyawan/pegawai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk usia kerja di Papua Barat pada Mei 2026 mencapai 440.560 orang terdiri atas angkatan kerja 312.389 orang dan bukan angkatan kerja 128.171 orang. Dari jumlah angkatan kerja, terdapat 13.084 orang pengangguran.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.