gop-crypto.vip

Pertamina siap dukung pembatasan Pertalite untuk warga desil 9 dan 10

Pertamina siap dukung pembatasan Pertalite untuk warga desil 9 dan 10

Jumat, 11 September 2026 09:42 WIB

Image Print

Ilustrasi - Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc.

Cilacap, Jawa Tengah (ANTARA) - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan, pihaknya siap mendukung pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan biosolar, untuk warga masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan 10.

“Pertamina pasti siap apabila kebijakan itu sudah resmi dari pemerintah, kami pasti akan berkoordinasi dengan pemerintah, penerapannya berkoordinasi tentunya dengan lembaga-lembaga terkait,” ujar Roberth ketika dijumpai di sela-sela temu media nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Roberth menyampaikan bahwa sampai saat ini, Pertamina masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah ihwal pembatasan penyaluran Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.

Ia menegaskan posisi Pertamina sebagai badan usaha yang akan mengikuti arahan dari pemerintah.

Pertamina pun memahami pembatasan penyaluran Pertalite berdasarkan desil merupakan langkah pemerintah untuk memastikan Pertalite hanya untuk masyarakat yang berhak atas subsidi, sebab semakin tinggi desil yang disandang menunjukkan kategori masyarakat yang mampu.

“Seperti yang disampaikan Pak Menteri waktu itu, desil yang ada di atas itu adalah indikator kategori masyarakat mampu. Nah, kami dari Pertamina memahaminya adalah bahwa BBM bersubsidi itu untuk masyarakat yang tidak mampu,“ kata Roberth.

Meskipun demikian, bagaimana pun mekanisme pembatasan BBM bersubsidi yang dipilih oleh pemerintah untuk penyaluran tepat sasaran, Roberth menyatakan Pertamina siap mendukung.

“Nah, tentunya semangat yang diusung adalah kembali lagi bagaimana pendistribusian BBM ini tepat sasaran. Regulatornya, penentu kebijakannya, itu ada di pemerintah,” ucap Roberth.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite untuk masyarakat di desil 9-10 menunggu validitas data.

Bahlil menyampaikan ketepatan data desil tersebut yang saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.

Ia berharap, melalui ketepatan data pembagian desil masyarakat, tujuan pemerintah agar penyaluran pertalite tepat sasaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.

Pewarta : Putu Indah Savitri
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.