Pertamina Patra Niaga tegaskan stok BBM di Jateng dan DIY aman
Pertamina Patra Niaga tegaskan stok BBM di Jateng dan DIY aman
Senin, 19 Oktober 2026 20:55 WIB
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/YU
Yogyakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun nonsubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah kerjanya aman.
"Stok BBM per hari ini (19/10) dalam kondisi aman dan kita jaga selalu aman setiap harinya," kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY Taufiq Kurniawan di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, stok BBM berbagai jenis di SPBU-SPBU wilayah Jateng DIY saat ini masih mencukupi kebutuhan konsumen, meskipun terjadi peningkatan konsumsi dibandingkan kondisi normal.
Dia menyebut untuk Pertalite delapan kali lipat konsumsi normal, Pertamax 18 kali lipat konsumsi normal, Biosolar 15 kali lipat konsumsi normal, dan Pertamax Turbo delapan kali lipat konsumsi normal.
Taufiq mengatakan bertambahnya antrean Pertalite di SPBU juga merupakan hal yang wajar dikarenakan migrasi dari kendaraan Non Subsidi (Pertamax).
"Konsumsi Pertalite saat ini meningkat tujuh sampai delapan persen tiap bulannya sejak bulan Juni. Tadinya sebelum gejolak timur tengah market share Pertamax di DIY saja 20-25 persen dari semua produk," katanya.
Meski demikian, Taufiq mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
Pertamina terus menyimak channel resmi perusahaan @pertamina.jatengdiy yang setiap dua kali sehari menayangkan situasi live report di SPBU.
Saat ini, lanjut dia, sejumlah SPBU di Jateng DIY yang antriannya mengular berinisiatif untuk memangkas waktu antrian dengan berbagai langkah.
"Yaitu mengatur antrean dengan marshalling, mengeluarkan larangan untuk pembelian berulang atau yang diindikasikan pengecer, dan menyediakan air mineral dalam kemasan," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026