gop-crypto.vip

Pertamina Papua dan Pemkab Tanimbar komitmen jaga pasokan biosolar subsidi

Pertamina Papua dan Pemkab Tanimbar komitmen jaga pasokan biosolar subsidi

Jumat, 7 Agustus 2026 10:10 WIB

Image Print

Suasana salah satu SPBU di Kepulauan Tanimbar (ANTARA/HO- Pertamina Papua)

Jayapura (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar terus bersinergi menjaga keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis biosolar di Saumlaki seiring meningkatnya aktivitas pembangunan Proyek Blok Masela.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas di Jayapura, Kamis, mengatakan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dipengaruhi bertambahnya aktivitas kendaraan angkutan barang dan material untuk mendukung pembangunan proyek strategis tersebut.

"Berdasarkan koordinasi dan pemantauan lapangan, terdapat peningkatan kegiatan kendaraan angkutan barang dan material sekitar 20 persen dibandingkan bulan lalu. Jadi ini bukan panic buying tetapi memang terjadi peningkatan aktivitas kendaraan pengguna Biosolar," katanya.

Menurut Ispiani, stok biosolar subsidi yang disalurkan melalui dua SPBU di Saumlaki, termasuk persediaan di Fuel Terminal Saumlaki, dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Hingga Juli 2026 realisasi penyerapan kuota Biosolar subsidi di dua SPBU tersebut telah mencapai sekitar 68 persen sehingga Pertamina bersama pemerintah daerah mulai mengantisipasi kebutuhan pada sisa tahun ini," ujar dia.

Dia menjelaskan sebagai langkah antisipasi pihaknya memperkuat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar guna mengajukan permohonan penambahan kuota Biosolar kepada BPH Migas yang ditargetkan dapat diterbitkan pada akhir Agustus 2026.

"Selain itu, kami juga bakal memprioritaskan pengiriman Biosolar dari Fuel Terminal Saumlaki, mengatur jam operasional SPBU, serta melakukan pengaturan antrean kendaraan bersama pemerintah daerah dan aparat setempat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar," katanya.

Di menambahkan pihaknya telah memproyeksikan akan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas ekonomi, dan aktivitas pembangunan. Upaya-upaya ini akan terus dimonitor sehingga penyaluran di lapangan dapat berjalan maksimal.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa mengatakan pemerintah daerah kini sedang menyelesaikan proyeksi kebutuhan konsumsi Biosolar sebagai dasar pengajuan tambahan kuota kepada BPH Migas.

"Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan masyarakat maupun aktivitas pembangunan Proyek Blok Masela dapat terus terlayani tanpa mengganggu distribusi BBM subsidi," katanya.

Menurut Ricky, oleh sebab itu pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

"Proyeksi sedang difinalisasi dan segera dikirimkan agar kebutuhan masyarakat serta aktivitas pembangunan proyek strategis di Kepulauan Tanimbar dapat terlayani dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga konduktivitas penyaluran BBM," katanya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026