gop-crypto.vip

Pertamina dan BPBD Kota Kupang perkuat kesiapsiagaan bencana di sekolah

Pertamina dan BPBD Kota Kupang perkuat kesiapsiagaan bencana di sekolah

Jumat, 25 September 2026 11:56 WIB

Image Print

Latihan antisipasi bencana di sekolah oleh Pertamina dan BPBD Kota Kupang. ANTARA/HO-Pertamina

Kupang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari menggandeng BPBD Kota Kupang memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui Program Sekolah Tanggap Bencana dengan melibatkan puluhan siswa dan guru di SMA Negeri 4 Kupang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji di Kupang, Jumat, mengatakan pengetahuan kebencanaan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada lingkungan sekitar.

“Pengetahuan yang didapat hari ini diharapkan tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman dan keluarga di rumah,” katanya.

Kepala SMA Negeri 4 Kupang Fransiskus Xaverius Balu Lowa mengatakan kesiapsiagaan penting bagi warga sekolah agar mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.

Dia menjelaskan peserta mendapatkan pembekalan mengenai potensi dan risiko bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi, serta respons menghadapi kondisi darurat.

Sr. Spv. Receiving, Storage, & Distribution Pertamina Patra Niaga AFT El Tari Setyo Ariwibowo menekankan pentingnya membangun kesiapan sebelum bencana terjadi.

“Bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu, pengetahuan dan kesiapan perlu dibangun sejak sekarang, karena dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi kita semua,” katanya.

Ia mengatakan pelatihan tersebut memadukan pembekalan teori dan praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan Program Sekolah Tanggap Bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

“Melalui Program Sekolah Tanggap Bencana, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan. Siswa dan guru perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Ahad.

Selain pelatihan dan simulasi, program tersebut mendukung penguatan sistem tanggap darurat sekolah melalui penyediaan plang jalur evakuasi, titik kumpul, dan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).

Sejumlah peserta juga akan dipilih menjadi bagian dari satuan tugas tanggap bencana dan perubahan iklim di lingkungan sekolah untuk mendukung keberlanjutan program.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.