gop-crypto.vip

Pertamina Cilacap dorong UMKM urus legalitas dan kemasan produk

Pertamina Cilacap dorong UMKM urus legalitas dan kemasan produk

Jumat, 24 Juli 2026 19:30 WIB

Image Print

PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kalijaran meningkatkan daya saing produk melalui pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan. ANTARA/HO-Kilang CIlacap

Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat.

Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kalijaran meningkatkan daya saing produk melalui pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan.

Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Agustiawan di Cilacap, Rabu (22/7),mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan," katanya.

Ia mengatakan banyak produk pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk.

Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, Pertamina menghadirkan pelatihan yang melibatkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim, S.E., dengan peserta berasal dari Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, dan Poklahsan Panikel Sidat Mania.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi meningkatkan daya saing produk.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk serta strategi membangun merek agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

Tidak hanya menerima materi, setiap kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal.

Seluruh kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

Konsultan PLUT Dinas UMKM Hakim mengatakan legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM karena tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan usaha.

"Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran," katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Rohmah Noviana mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya legalitas usaha dan kemasan produk.

"Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.

Program MAPAN merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.