Personel TNI AU dikerahkan untuk tangani karhutla di Sumsel
Di lokasi, personel Lanud SMH melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara dan sisa panas yang masih tersimpan di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran
Jakarta (ANTARA) - TNI AU mengerahkan personelnya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Talang Jambe, Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Rabu, dijelaskan bahwa personel TNI AU yang dikerahkan berasal dari Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH).
Proses pemadaman yang berlangsung pada Senin (5/10) itu, bermula ketika personel mendapat laporan adanya peristiwa karhutla di wilayah tersebut. Personel TNI AU pun langsung bergerak membantu petugas dari pemerintah daerah memadamkan api.
Baca juga: Pemprov Sumsel gratiskan pengobatan ISPA akibat kabut asap
"Di lokasi, personel Lanud SMH melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara dan sisa panas yang masih tersimpan di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Dia melanjutkan, para personel juga menyusuri seluruh lahan sambil melakukan pemadaman untuk memastikan api tidak menjalar lebih luas.
Di saat yang sama, Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya mengapresiasi kesigapan personelnya dalam menangani karhutla di kawasan Talang Jambe.
Dia memastikan personelnya akan selalu siap dikerahkan untuk membantu pemerintah dalam hal apapun, termasuk menangani bencana karhutla.
"Keterlibatan personel kami merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI AU dalam mendukung penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan, dengan mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas penanganan di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Polda Sumsel-SLOG Polri padamkan karhutla di OKI pakai drone
Baca juga: Kemenhut: Titik panas meningkat, ada 1.532 hotspot per 20 September
Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.