gop-crypto.vip

Pernyataan Lengkap Trump soal "Penyerahan Diri" Hamas di Gaza

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika (AS) Serikat Donald Trump merilis pernyataan lengkap mengenai kesepakatan yang diklaim telah dicapai oleh Board of Peace (BoP), yakni pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan kesepakatan pelucutan senjata tersebut menjadi tonggak penting menuju perdamaian dan keamanan di Gaza. Ia juga menyebut langkah itu akan membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan Palestina yang baru untuk mengelola wilayah tersebut.

"Kesepakatan ini merupakan langkah krusial agar Gaza pada akhirnya dapat dikelola oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Board of Peace demi membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak mereka terima karena Gaza tidak lagi dijadikan basis serangan teror," tulis Trump melalui Truth Social, dikutip Jumat (31/7/2026).

Trump menjelaskan pelaksanaan kesepakatan akan dilakukan secara bertahap. Seiring rampungnya proses pelucutan senjata, pasukan Israel disebut akan ditarik dari Gaza dan digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional yang bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru. Ia juga menegaskan ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak akan diizinkan bangkit kembali.

"Di bawah kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina baru yang melayani rakyatnya," ujarnya.

Sementara itu, dokumen kesepakatan yang diperoleh Al Jazeera menyebut Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menyetujui rancangan yang memuat peta jalan pelucutan senjata. Dokumen tersebut mengatur penyusunan rencana implementasi secara rinci dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan perpanjangan apabila disetujui badan verifikasi internasional.

Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan pembahasan berlangsung panjang dan penuh tantangan. "Negosiasi ini berlangsung alot dan sulit, dan kami berupaya mencapai formula terbaik yang dapat direalisasikan," katanya.

Namun, ia menegaskan Hamas hanya akan melaksanakan kesepakatan apabila Israel juga memenuhi kewajibannya, termasuk menarik pasukan dari Gaza dan mendukung proses rekonstruksi wilayah tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat Board of Peace menjelaskan proses pelucutan senjata akan dimulai dengan penyerahan senjata yang berada di bawah kendali kepolisian, kemudian dilanjutkan dengan penonaktifan persenjataan berat. Seluruh aktivitas militer di Gaza juga direncanakan dihentikan secara bertahap, meski implementasinya diperkirakan membutuhkan waktu.

Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman tersebut. Di sisi lain, kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan laporan mengenai adanya kesepakatan seluruh faksi Palestina dengan Israel belum sepenuhnya akurat karena masih terdapat sejumlah keberatan terhadap rumusan yang beredar.

Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Kairo dengan melibatkan mediator dari Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan komitmen seluruh pihak terhadap tahapan berikutnya. Trump pun menyampaikan apresiasi kepada para mediator dan tim negosiasinya yang dinilai berhasil mewujudkan terobosan tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah penting menuju tata kelola baru di Gaza yang berfokus pada kepentingan rakyat Palestina.

Berikut pernyataan lengkap Trump yang diunggah melalui Instagram White House (@whitehouse):

"Hari ini, Board of Peace (Dewan Perdamaian) berhasil mencapai kesepakatan bersejarah untuk melakukan pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.

Kesepakatan ini menjadi langkah krusial agar Gaza pada akhirnya dapat dikelola oleh pemerintahan Palestina yang baru, yang akan bekerja sama secara erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan memperoleh keamanan yang layak mereka dapatkan, karena Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror.

Ini merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan Trump 20-Point Plan.

Kesepakatan ini akan dijalankan melalui tahapan-tahapan yang telah disusun secara cermat. Seiring dengan rampungnya proses pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik, sementara Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk bertanggung jawab menjaga keamanan Gaza bagi para penduduknya maupun negara-negara di sekitarnya.

Satu tahun lalu, kawasan ini dilanda perang yang berkecamuk, krisis kemanusiaan, dan para sandera yang ditahan dalam kondisi yang sangat kejam. Kita telah mencapai kemajuan yang bersejarah, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para mediator, Mesir, Qatar, dan Turki, atas upaya penting yang telah mereka lakukan. Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada tim saya yang luar biasa, yang bekerja tanpa lelah hingga terobosan bersejarah ini dapat terwujud.

Ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober tidak akan dibiarkan bangkit kembali.

Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan berada di bawah pemerintahan Palestina yang baru, yang benar-benar mengabdi kepada rakyatnya.

Selamat kepada semua pihak atas perkembangan luar biasa ini, yang sebelumnya dikatakan banyak orang mustahil untuk dicapai."

(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]