Perkara Tak Dikasih Jalan, Kok Bisa Sopir Calya Ngamuk Rusak Mobil Lain?
Jakarta -
Aksi ngamuk-ngamuk sopir Calya hingga merusak mobil lain dipicu perkara sepele. Tapi kenapa hanya gara-gara tak diberi jalan bisa sampai mengamuk?
Sopir Calya viral usai aksinya ngamuk-ngamuk hingga merusak mobil MINI di kawasan Sunter. Sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah akun dashcam_owners_indonesia, pria itu membabi buta hendak merusak mobil MINI Countryman. Dalam video terpisah, sopir Calya itu sempat meminta pengemudi MINI Countryman untuk turun dari mobil sembari nemplok di kap depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan yang ditulis bersamaan dengan unggahan tersebut, pengemudi Calya disebut menyalip dan langsung tancap gas begitu tak diberi jalan. Sesudah itu, mobil tiba-tiba ngerem mendadak dan menuding pengemudi MINI Countryman itu menabrak dia.
"Kronologi:
Kejadian ini di Sunter. Mobil calya ini tiba2 nyelip pas dibelokan, krn mbl sy memang di jalur yang benar dan posisinya sdh di dpn dia, jadi saya ttp di jalur saya. Dia ngamuk langsung ngebut mendahului saya, rem mendadak depan saya, lalu triak2 bilang saya nabrak dia. Krn saya yakin saya ga nabrak (seperti ada di foto kondisi mobil dia tidak ada penyok atau lecet sedikitpun) Saya ga mau turun dan mobil saya langsung di rusak, spion saya di hancurkan. wiper saya ditekuk sampe stgh patah. Ternyata mobil yang dikendarai juga platnya ditutupi sebagian. Mohon bantuanny sampai orang ini tertangkap. Saya percaya kekuatan teman teman semua di sosial media bisa buat yang bersangkutan tertangkap dan bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya," begitu keterangan lengkap yang ada di caption.
Pelaku kini sudah diamankan Subdit Resmob Ditkreskrimum Polda Metro Jaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pengrusakan tersebut murni karena emosi sesaat di jalan.
"Tersangka mengaku kesal karena merasa tidak diberi jalan oleh korban," demikian dikutip dari akun Instagram resmob_pmj.
Rasa kesal itu membuat pelaku merusak mobil MINI Countryman milik korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 521 KUHP UU no.1 tahun 2023 tentang pengrusakan sekaligus terancam pidana 2 tahun 6 bulan penjara.
Kalau diperhatikan, berdasarkan kronologi di atas, insiden itu dipicu masalah sepele yakni lantaran tak diberi jalan. Tapi reaksi dari sopir Calya yang tak diberi jalan justru di luar nalar, sampai-sampai melakukan aksi anarkis dengan merusak mobil milik orang lain. Dalam video terlihat, sopir Calya berusaha merusak spion, mematahkan wiper, hingga memecahkan kaca depan dengan cover spion yang sudah terlepas.
"Sudah banyak pengemudi yang nggak paham arti berkendara. Ada yang niatnya asal sampai, ada yang males-malesan, ada yang fokus dan ada yang bermasalah dan cari pelampiasan lawan di jalan," ujar Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana kepada detikOto, Jumat (10/7/2026).
"Yang terakhir ini nggak bisa ditebak karena nggak terlihat dan ada di dalam cabin, mereka mulai beraksi ketika sudah terdistraksi dan itu dimulai dari bermacam-macam kondisi yang tdk berkenan di dirinya," sambung Sony.
Sejatinya, aksi arogan perkara masalah sepele bukan kali pertama terjadi. Sudah ada beberapa kejadian serupa namun nyatanya terus berulang. Sony menjelaskan, hal ini dipicu penegakan hukum yang tidak tegas. Aksi arogan itu seringkali berakhir dengan berdamai.
"Nggak dilihat tuh efek trauma dari korban, bayangkan 1-2 tahun ke depan mungkin nggak main fisik aja tapi sudah pakai sajam atau senpi," urai Sony.
Bila melihat perilaku arogan dari pengemudi lain, Sony menyarankan untuk menghindar saja. Sebaiknya mengalah tanpa harus meladeni pengemudi arogan di jalan.
(dry/din)