gop-crypto.vip

Peringati Usia Satu Abad, Suara 'Aisyiyah Angkat Tema Literasi Perempuan Peradaban Berkemajuan |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Peringatan satu abad Suara 'Aisyiyah digelar di Suara Muhammadiyah (SM) Tower Yogyakarta, Jalan KH Ahmad Dahlan, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). Mengangkat tema 'Literasi Perempuan, Peradaban Berkemajuan', kegiatan tersebut diisi dengan soft launching Buku Sejarah 100 Tahun Suara 'Aisyiyah serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba literasi.

Pemimpin Redaksi Suara 'Aisyiyah, Hajar Nur Setyowati, mengatakan penyusunan buku sejarah menjadi salah satu bagian dari peringatan 100 tahun penerbitan Suara 'Aisyiyah yang dimulai pada 1926. Buku tersebut disusun untuk merekam perjalanan media itu selama satu abad dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Untuk sebuah media, 100 tahun itu momentum perjalanan yang tidak mudah. Pasti ada jatuh bangun. Jadi, kita ingin merekam sejarah bagaimana Suara 'Aisyiyah bisa tumbuh adaptif dan juga resilien,” kata Hajar.

Dia menjelaskan, Suara 'Aisyiyah pernah memperoleh rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) saat berusia 95 tahun. Penghargaan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan penerbitan media perempuan Islam yang dikelola perempuan.

Menurut Hajar, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman informasi secara mendalam dan pembentukan kesadaran kritis. Dia menilai, hal tersebut penting di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Dia juga menyoroti masih adanya pandangan yang membatasi ruang gerak perempuan di tengah kehidupan masyarakat. Menurut dia, literasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman mengenai peran perempuan di ruang publik.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Suara 'Aisyiyah, Khusnul Hidayah, mengatakan rangkaian peringatan satu abad juga diisi dengan sejumlah kegiatan yang telah diselenggarakan sebelumnya. Di antaranya diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) untuk merefleksikan perjalanan dan masa depan Suara 'Aisyiyah, lomba konten kreatif TikTok yang diikuti hampir 100 peserta, serta lomba menulis artikel yang diikuti 1.330 peserta.

Khusnul mengatakan, perkembangan teknologi digital dan perubahan kebiasaan pembaca menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan penerbitan. Untuk menghadapinya, dilakukan digitalisasi majalah, pengembangan situs web dan media sosial, serta diversifikasi usaha.

Selain itu, Suara 'Aisyiyah mengembangkan Suara 'Aisyiyah Institute (SA Institute) sebagai ruang kaderisasi bagi wartawan, penulis, dan kontributor muda.