Penusukan Acak Times Square, Mamdani Puji Tindakan Polisi
Liputan6.com, Washington, DC - Kawasan Times Square, New York City, dihebohkan oleh aksi penusukan pada Senin. Seorang perempuan, Pamela Cisneros yang berusia 49 tahun secara acak menikam dua orang, dan menewaskan salah satu korbannya.
Korban tewas tersebut belakangan diketahui merupakan Wakil Presiden Bank of America, Erin Piacenti. Sementara pelaku ditembak hingga tewas oleh polisi.
Dirangkum dari Associated Press dan The New York Times, Wali Kota New York Zohran Mamdani memuji tindakan cepat para petugas Kepolisian New York (NYPD) setelah penusukan acak terjadi di tengah keramaian Times Square.
Dalam konferensi pers, Mamdani menyampaikan apresiasinya kepada para petugas yang turun tangan menghadapi pelaku bersenjata dua pisau. Menurutnya, tindakan polisi berhasil mencegah serangan tersebut berkembang menjadi lebih buruk.
“Saya ingin berterima kasih kepada para petugas NYPD yang turun tangan dan mencegah serangan mengerikan ini menjadi lebih buruk,” kata Mamdani.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan kota merupakan bagian dari tugas yang dijalankan para petugas kepolisian setiap hari.
“Inilah yang dilakukan para pria dan perempuan di departemen (kepolisian) ini setiap hari untuk menjaga kota kita tetap aman,” ujarnya.
Mamdani juga menyoroti dampak kejadian tersebut terhadap keluarga para korban. Ia mengatakan pemerintah kota akan terus memberikan perhatian kepada keluarga yang terdampak setelah insiden tersebut.
“Kami tahu bahwa kehidupan keluarga-keluarga tersebut telah hancur oleh apa yang terjadi hari ini, dan kami akan terus memberikan perhatian kepada mereka selama berjam-jam, berhari-hari, dan berminggu-minggu ke depan,” kata Mamdani.
Menurut Mamdani, lebih banyak orang berpotensi terluka atau bahkan tewas jika polisi tidak segera bertindak ketika menghadapi pelaku.
NYPD Lakukan Investigasi
Menyusul kejadian tersebut, NYPD akan melakukan investigasi internal untuk meninjau penanganan insiden tersebut.
Mamdani juga mengatakan rekaman kamera yang dikenakan di tubuh petugas atau body-worn camera akan dirilis kepada publik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas penanganan insiden penusukan yang terjadi di salah satu lokasi paling ramai di New York tersebut.