Penjualan Motor Tembus 3,1 Juta Unit, Bisnis Leasing Ikut Tancap Gas
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri sepeda motor nasional menunjukkan sinyal pemulihan pada semester I-2026. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor secara wholesales mencapai 3.129.587 unit sepanjang Januari-Juni 2026, naik tipis 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Khusus pada Juni, distribusi motor ke dealer kembali menembus 500 ribu unit atau mencapai 515.136 unit, meningkat sekitar 7,5% dibandingkan Mei yang tercatat 479.388 unit. Tren tersebut turut mendorong kinerja perusahaan pembiayaan, salah satunya PT Federal International Finance (FIF).
"Bagi FIF, pertumbuhan ini menjadi refleksi dari kepercayaan masyarakat serta konsumen setia yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan di tengah kondisi perekonomian yang dinamis," kata Presiden Direktur FIF Indra Gunawan di Tangerang, Senin (3/8/2026).
Nilai pembiayaan yang disalurkan hingga Juni 2026 mencapai Rp25,43 triliun atau naik 7,07% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp23,75 triliun. Di saat yang sama, jumlah unit yang dibiayai juga meningkat menjadi sekitar 1,70 juta unit.
Laba bersih perusahaan sebesar Rp2,37 triliun hingga Juni 2026. Laba bersih perusahaan itu meningkat 4,48% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp2,27 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar 7,07% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp25,43 triliun dari Rp23,75 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
FIF sendiri ditopang oleh sejumlah lini usaha, mulai dari FIF Astra untuk pembiayaan sepeda motor Honda, lalu Spektra, Danastra, Finatra, hingga Amitra. Ke depan, perusahaan akan memfokuskan langkah berikutnya pada pengembangan layanan dan perluasan akses pembiayaan di berbagai segmen masyarakat.
"Upaya tersebut kami fokuskan pada penguatan kualitas layanan dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat," sebut Indra.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]