Penjualan Mobil Naik, Purbaya Pede Daya Beli Domestik Masih Terjaga
Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:41 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator, yang menunjukkan permintaan dan daya beli di pasar domestik tetap terjaga.
Baca Juga
Saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Purbaya menyampaikan bahwa penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara year-on-year (yoy) pada Juni 2026, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan, dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” kata Purbaya, Selasa, 4 Agustus 2026,
Baca Juga
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Istimewa]
Selain pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, Purbaya juga merujuk data indikator aktivitas ekonomi domestik lainnya yang juga menunjukkan penguatan.
Baca Juga
Misalnya seperti penjualan semen domestik yang pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen (yoy), konsumsi listrik meningkat 10,8 persen (yoy), dengan pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10,0 persen, dan sektor industri 6,5 persen.
Sementara itu, indeks konsumsi ritel terus meningkat hingga mencapai 123,3, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga. Karenanya, Purbaya meyakini berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.
“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Purbaya.
Dia juga menyoroti pentingnya peran industri otomotif, sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Menurutnya, industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, Purbaya menggarisbawahi pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo, untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri, sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujarnya. (Ant).
Rahasia Ketangguhan Toyota Hilux Listrik Ada di Bagian yang Tak Terlihat
Toyota mengungkap tantangan terbesar mengembangkan Hilux listrik agar tetap tangguh di medan berat. Bisakah pikap BEV menggantikan dominasi mesin diesel?
VIVA.co.id
4 Agustus 2026