gop-crypto.vip

Penjualan di Juni nihil, Mercedes-Benz hentikan produksi CLA L

Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz, dikabarkan telah menghentikan produksi sedan listrik CLA L mereka di China, karena kurangnya respon positif dari konsumen lokal.

CarsCoops pada Rabu (22/7) waktu setempat melaporkan bahwa penjualan kendaraan tersebut pada Juni lalu tercatat nihil.

Model dengan dimensi lebih panjang yang dikembangkan khusus untuk pasar lokal itu, disebut gagal menarik minat konsumen, meski telah dibekali teknologi efisiensi dan pengisian daya yang tergolong canggih.

Laporan media Jerman MBPassion, menyebut produksi CLA L melalui perusahaan patungan Mercedes-Benz dan BAIC Motor telah dihentikan.

Baca juga: Mercedes-Benz gabung saham Qianli-Geely, fokus teknologi mobil otonom

Baca juga: Mercedes-Benz bakal gunakan teknologi yang dimiliki Geely

Hingga kini, Mercedes-Benz belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut maupun memastikan apakah penghentian produksi bersifat sementara atau permanen.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab, adalah lemahnya performa penjualan. Sepanjang semester pertama tahun ini, pengiriman Mercedes-Benz Electric CLA L di China hanya mencapai 627 unit.

Rinciannya, penjualan pada Januari tercatat sebanyak 35 unit, turun menjadi 21 unit pada Februari.

Angka tersebut sempat melonjak menjadi 358 unit pada Maret, namun kembali merosot menjadi 52 unit pada April dan 161 unit pada Mei.

Sementara itu, laporan MBPassion menyebut tidak ada satu pun unit CLA L yang terjual pada Juni, meski informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Mercedes-Benz.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa persaingan kendaraan listrik di China, semakin ketat.

Pasar yang kini didominasi produsen lokal menawarkan berbagai pilihan kendaraan listrik dengan teknologi mutakhir dan harga yang lebih kompetitif, sehingga semakin menyulitkan merek global untuk mempertahankan pangsa pasar.

Padahal, secara spesifikasi CLA L tergolong kompetitif. Sedan listrik tersebut dibekali baterai berkapasitas 89 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 866 kilometer berdasarkan siklus pengujian CLTC.

Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 325 kW, memungkinkan tambahan jarak tempuh sekitar 370 kilometer hanya dalam waktu 10 menit.

Meski demikian, kemampuan tersebut tampaknya belum cukup untuk memenangkan hati konsumen China.

Produsen lokal seperti BYD, telah memperkenalkan teknologi pengisian daya hingga 1.500 kW, yang memungkinkan baterai kendaraan terisi dari 10 persen menjadi 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit.

Jika kabar penghentian produksi ini benar, langkah tersebut dapat menjadi evaluasi penting bagi Mercedes-Benz dalam menyusun strategi kendaraan listrik di China, pasar yang kini menjadi arena persaingan paling kompetitif bagi industri otomotif global.

Baca juga: Mercedes-Benz jual C-Class listrik dan mulai produksi GLC EV

Baca juga: Mercedes-Benz akan kembalikan tombol fisik di interior mobil

Baca juga: Mercedes-Benz EQS 2026 diklaim punya jangkauan elektrik 925 km

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

  • Tags
  • mobil listrik
  • mercedes-benz cla l
  • Mercedes benz