Pengelolaan zakat perlu diperkuat hingga tingkat desa
Pengelolaan zakat perlu diperkuat hingga tingkat desa
Sabtu, 19 September 2026 17:50 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Baznas. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
UPZ Desa harus menjadi ujung tombak
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa pengelolaan zakat di wilayah setempat perlu diperkuat hingga tingkat desa.
"Yang kita bicarakan bukan hanya mengenai pengelolaan lembaga, tetapi bagaimana memastikan zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan, memberikan harapan, dan mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.
Ia pun mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dapat memperkuat pengelolaan zakat, hingga tingkat desa, agar semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.
Langkah strategis tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga ke tingkat desa. Pasalnya, desa merupakan lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga kondisi muzaki dan mustahik dapat dipetakan secara lebih akurat.
"UPZ Desa harus menjadi ujung tombak. Bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga membangun literasi zakat, memetakan muzaki dan mustahik, serta mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat," katanya.
Dia melanjutkan penguatan UPZ Desa tersebut sejalan dengan semangat Program Desaku Maju yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan manusia, ekonomi, kelembagaan, dan kolaborasi di tingkat desa.
"Kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, tokoh agama, kelompok masyarakat, dan UPZ ini dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendorong pengentasan kemiskinan sekaligus membangun kemandirian masyarakat," katanya.
Dia pun mendorong agar penyaluran zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada program yang mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat.
Karena itu pengembangan zakat produktif perlu diperkuat melalui bantuan usaha dan pendampingan, sehingga mustahik secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraannya.
"Tujuan zakat bukan menciptakan ketergantungan, tetapi melahirkan kemandirian. Keberhasilan zakat adalah ketika mustahik dapat berkembang dan kelak menjadi muzaki," tambahnya
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.