gop-crypto.vip

Pemprov Jabar menyalurkan mesin tetas atasi ketergantungan bibit unggas - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengatasi ketergantungan pasokan bibit unggas dari luar daerah dengan menyalurkan bantuan berupa mesin tetas telur dan ratusan ayam petelur, kepada kelompok peternak rakyat di Kabupaten Bandung Barat.

Melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi, Pemprov Jabar menyalurkan mesin penetas telur berkapasitas total 2.000 butir disertai pakan, obat-obatan dan ratusan ekor ayam petelur siap produksi untuk Kelompok Peternak Sauyunan.

Kepala UPTD BPPTU Jatiwangi Ahmad Gufron di Bandung, Selasa, merinci paket bantuan teknis tersebut terdiri dari 195 ekor ayam pullet (ayam petelur siap bertelur), 1,4 ton pakan ternak, paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK), serta satu unit mesin tetas setter kapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher kapasitas 500 butir.

"Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang mandiri dan produktif," ujar Ahmad Gufron.

Ahmad menjelaskan bahwa keberadaan mesin penetas setter dan hatcher di tingkat kelompok merupakan kunci transformasi ekonomi perdesaan, sehingga peternak kecil tidak lagi hanya menjual telur konsumsi, melainkan mampu memproduksi bibit unggas (day old chick/DOC) secara mandiri dan terencana.

Inovasi pembibitan tingkat lokal ini dinilai vital untuk menekan biaya operasional peternak, memangkas rantai pasok, serta menjamin ketersediaan protein hewani murah bagi masyarakat dalam rangka mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan tengkes (stunting).

Untuk menjamin keberlanjutan investasi teknologi tersebut, Pemprov Jabar menyiagakan pendampingan teknis berkala yang mencakup manajemen biosekuriti, pencatatan keuangan usaha, hingga akses jaringan pemasaran dari hulu ke hilir.

"Peningkatan kapasitas produksi telur lokal ini diyakini akan berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat dan pembentukan sistem rantai pasok pangan yang lebih tangguh," kata Ahmad menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.