Pemprov Gorontalo dorong keberlanjutan tol laut tekan biaya logistik - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong keberlanjutan layanan tol laut dan kapal perintis untuk menekan biaya logistik, memperluas akses pasar komoditas daerah, serta memperkuat konektivitas antardaerah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Gorontalo meminta dukungan pemerintah pusat agar layanan angkutan laut penumpang, barang dan ternak di Gorontalo dapat terus dipertahankan dan diperpanjang setiap tahun.
“Keberadaan tol laut bukan sekadar sarana transportasi, tetapi merupakan bagian penting dari strategi memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses pasar bagi komoditas daerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Gusnar.
Gusnar sebelumnya telah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar layanan kapal perintis dan tol laut di Gorontalo terus dikembangkan, khususnya untuk membangun konektivitas antardaerah di kawasan Teluk Tomini dan wilayah lainnya.
“Konektivitas laut yang semakin baik akan memperlancar arus penumpang dan logistik serta ikut mendukung pengendalian inflasi dan pertumbuhan sektor pariwisata,” ujarnya.
Sejumlah layanan angkutan laut perintis dan tol laut telah menjadi bagian penting dari konektivitas Gorontalo dengan wilayah lain.
KM Sabuk Nusantara 76 yang berpangkalan di Pelabuhan Gorontalo melayani rute Gorontalo-Luwuk-Banggai-Bacan-Ternate pulang pergi.
Kemudian KM Sabuk Nusantara 83 melayani rute Gorontalo-Banggai-Samuya-Falabisahaya-Dofa-Sanana-Namlea (Ambon) pulang pergi, sedangkan KM Darakinusa melayani rute Gorontalo-Bunta-Bualemo (Sulawesi Tengah)-Bobong (Pulau Taliabu) pulang pergi.
Dari Kabupaten Boalemo, KM Sabuk Nusantara 113 melayani rute Tilamuta-Boalemo-Banggai-Kolonedale-Makassar pulang pergi dan singgah di Bumbulan pada perjalanan kembali.
Kapal-kapal tersebut mengangkut penumpang sekaligus barang sehingga turut mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi komoditas antardaerah.
Untuk angkutan ternak, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memperoleh dukungan Kementerian Perhubungan pada 2026 melalui operasional KM Cemara Nusantara 05 yang berpangkalan di Pelabuhan Kwandang.
Kapal tersebut melayani rute Kwandang-Tarakan-Balikpapan-Kupang-Banjarmasin-Kwandang untuk mendukung pemasaran ternak Gorontalo ke sejumlah daerah tujuan.
“Keberlanjutan layanan tol laut perlu menjadi agenda yang terus diperjuangkan karena sebagian layanan perintis dan tol laut bergantung pada kebijakan serta penetapan jaringan pelayanan oleh pemerintah pusat,” kata Gusnar.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mengusulkan dan mengawal agar layanan tersebut dapat diperpanjang pada setiap tahun anggaran.
Keberadaan layanan angkutan laut bersubsidi juga memberikan manfaat ekonomi melalui tarif yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
Untuk perjalanan dari Gorontalo menuju Luwuk, masyarakat dapat memperoleh tiket dengan kisaran harga Rp30 ribuan.
Tarif tersebut menjadikan transportasi laut sebagai salah satu pilihan ekonomis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.
Di sisi lain, subsidi angkutan laut juga membantu menekan biaya distribusi barang sehingga produk daerah dapat dipasarkan ke wilayah lain dengan biaya logistik yang lebih kompetitif.
Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha memanfaatkan tol laut untuk mengirim hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta produk UMKM Gorontalo ke berbagai daerah.
Kelancaran distribusi antardaerah diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi tekanan biaya logistik yang berpengaruh terhadap harga barang.
Dengan konektivitas laut yang semakin baik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat tumbuh dan manfaat pembangunan dapat menjangkau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.