Pemkot Tanjungpinang integrasikan layanan CKG dan tracing TB di 87 titik, cek lokasinya!
Pemkot Tanjungpinang integrasikan layanan CKG dan tracing TB di 87 titik, cek lokasinya!
Rabu, 9 September 2026 18:12 WIB
Pemkot Tanjungpinang, Kepri, mengintegrasikan layanan CKG dan pemeriksaan tuberkulosis (TB) di 87 titik yang dimulai, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengintegrasikan layanan cek kesehatan gratis (CKG) dan tracing atau penelusuran tuberkulosis (TB) di 87 titik, dengan sasaran 100 orang per titik.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Tanjungpinang Rustam mengatakan layanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, TB, serta pengambilan dahak dan rontgen, yang berlangsung mulai 9 September hingga 27 November 2026.
"CKG dan pengendalian TB menjadi dua program yang diprioritaskan pemerintah saat ini. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas TB pada 2030," kata Rustam usai peluncuran integrasi layanan CKG dan TB di Kelurahan Tanjung Unggat, Rabu.
Rustam juga menjelaskan pihaknya telah menggagas Gerakan Antar Warga Periksa TB (Gasak TB). Gerakan ini mendorong masyarakat membantu menemukan warga yang memiliki gejala atau berisiko tinggi TB agar segera menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Menurutnya penelusuran TB kemudian diintegrasikan dengan CKG dan Gasak TB guna mempercepat penemuan kasus. Kegiatan ini melibatkan dinas kesehatan, puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat dan pihak terkait.
"Perkiraan kasus TB di Tanjungpinang dalam setahun mencapai 1.800 kasus, namun sampai saat ini baru 24 persen kasus yang bisa ditemukan, jadi masih cukup banyak yang harus kita cari," ujar dia.
Sementara untuk cakupan CKG di Tanjungpinang, lanjutnya, baru mencapai 45 ribu orang dari target 120 ribu hingga akhir tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, pemeriksaan kesehatan gratis mencapai 800 hingga 1.000 orang per bulan.
Rustam menambahkan untuk menemukan warga yang berisiko TB, kader kesehatan juga akan melakukan penelusuran secara door to door. Bagi warga yang memiliki gejala TB dapat segera menjalani pemeriksaan dan mendapat pengobatan hingga sembuh.
"Keterlibatan kader dan masyarakat sangat penting dalam menemukan warga berisiko agar bisa segera diperiksa dan ditangani," ucapnya.
Rustam berharap melalui penelusuran TB yang diintegrasikan dengan program CKG, masyarakat lebih berani melakukan pemeriksaan sejak dini untuk menemukan kasus TB sejak awal sebelum berkembang menjadi parah dan menular ke orang lain.
Menurutnya TB merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.