gop-crypto.vip

Pemkot Surabaya perkuat standar ASUH pemotongan unggas - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dengan melakukan penataan ulang rumah potong unggas (RPU) yang ada di Pasar Babaan dan Pasar Wonokromo.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, di Surabaya, Senin, mengatakan penataan dilakukan untuk memperkuat jaminan kehalalan daging unggas yang didistribusikan dan diperdagangkan, khususnya di pasar tradisional Kota Surabaya.

"Selain itu juga untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang unggas dalam melakukan penyembelihan di tempat pemotongan yang berizin dan memenuhi standar ASUH," katanya.

Ia mengatakan, RPU di pasar tersebut dapat memenuhi persyaratan dan prosedur sehingga berjalan lebih tertib, higienis, serta terkontrol ke depannya.

"Harapannya, pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik, sementara pembeli memperoleh daging unggas yang terjamin kehalalan dan kebersihannya, serta lingkungan pasar menjadi lebih nyaman bagi semua pihak," ucapnya.

Vykka menjelaskan, penataan RPU ini diharapkan juga dapat meningkatkan kenyamanan bagi pembeli, karena Pemkot memisahkan antara tempat pemotongan dengan area perdagangan.

"Dengan demikian, maka kebersihan lingkungan pasar akan lebih terjaga sehingga pembeli menjadi aman dan nyaman," ujarnya.

Vykka menambahkan, saat ini RPU tersebut masih dalam tahap perbaikan menyeluruh dan mulai dioperasionalkan setelah kesiapan seluruh sarana dan prasarana, pemenuhan persyaratan teknis dan operasional, serta kesiapan pedagang untuk mengikuti mekanisme yang diterapkan.

"Hal yang paling utama adalah memastikan fasilitas RPU dapat berfungsi dengan baik, memenuhi standar higiene dan sanitasi, serta mendukung proses pemotongan unggas yang memenuhi persyaratan kehalalan dan keamanan pangan," ucapnya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.