gop-crypto.vip

Pemkot Surabaya perkuat pencegahan campak - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat upaya pencegahan campak melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/20645/436.7.2 Tahun 2026 tentang Penguatan Edukasi Masyarakat dan Kewaspadaan Terhadap Penularan Campak serta Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh, di Surabaya, Selasa, mengatakan kebijakan ini berfokus pada peningkatan edukasi masyarakat, deteksi dini gejala, serta penguatan cakupan imunisasi campak-rubela (MR) untuk melindungi kesehatan warga.

"Melalui kebijakan ini, Pemkot Surabaya mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan campak," katanya.

Ia mengatakan campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan langkah pencegahan yang tepat.

"Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku pencegahan yang tepat," kata Billy.

Menurutnya, Pemkot Surabaya mengoptimalkan penyebaran informasi melalui perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, media sosial resmi pemerintah, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Ia menjelaskan, edukasi juga dilakukan melalui Posyandu, PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) agar informasi mengenai gejala, penularan, dan pencegahan campak dapat menjangkau keluarga secara lebih luas.

Billy menjelaskan, peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong perilaku hidup sehat dan memastikan warga memperoleh penanganan yang tepat apabila mengalami gejala penyakit.

"Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.