Pemkot Samarinda gandeng Australia guna percepat transformasi digital - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, siap menjalin kerja sama bidang pendidikan dengan pemerintah provinsi di Australia untuk membuka peluang beasiswa bagi pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN), guna mempercepat transformasi digital dan mendukung ekosistem kota pintar di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Kamis, menegaskan program tersebut dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Teknologi ini harus disikapi secara bijak. Oleh karena itu Pemkot Samarinda berkomitmen memanfaatkan AI secara positif, khususnya untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan (governance)," kata Andi Harun
Untuk mewujudkan transformasi digital tersebut, Pemkot Samarinda siap mengirimkan para ASN untuk menimba ilmu di perguruan tinggi terbaik di Australia. Pihaknya menargetkan ada 10 hingga 20 mahasiswa asal Samarinda yang bisa menempuh studi di Negeri Kanguru setiap tahunnya.
"Nanti biayanya ditanggung pemkot. Yang penting warga kota bisa kuliah di sana. Kalau bisa di bidang pengembangan AI," ujar Andi Harun saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia untuk Makassar Todd Dias di Balai Kota Samarinda.
Selain membahas penguatan hubungan bilateral, Todd Dias hadir sekaligus untuk berpamitan karena masa tugasnya di Indonesia akan berakhir pekan depan.
"Pak Wali, ini minggu terakhir saya di Indonesia. Minggu depan saya harus kembali ke Australia, tepatnya ke Canberra, untuk bertugas di kementerian," ungkap Todd Dias.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Andi Harun didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti beserta unsur pimpinan di lingkungan Pemkot Samarinda.
Sebelumnya, Todd Dias juga sempat mengunjungi Balai Kota pada April lalu untuk membahas potensi investasi daerah dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota. Setiap kali kami datang ke Samarinda, selalu diterima dengan baik," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama ia menyampaikan permohonan maaf terkait batalnya investor asal Australia yang sebelumnya direncanakan masuk dalam proyek pengembangan RSUD IA Moeis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Ia meluruskan bahwa kendala tersebut bukan berada di pihak Pemkot Samarinda.
"Sebenarnya ini miskomunikasi antara investor dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku badan pembiayaan yang ditugaskan Kementerian Keuangan, bukan dengan pemkot. Tapi ini bukan berarti menutup peluang kerja sama. Saya berharap peluang investasi dan kolaborasi antara Australia dengan Pemkot Samarinda masih terbuka lebar," jelas Todd.
Merespons hal itu, Andi Harun mengapresiasi kinerja dedikatif Todd Dias selama bertugas di Indonesia.
Ia menilai Todd sebagai sosok yang sukses dan aktif membangun jembatan komunikasi dengan berbagai kabupaten dan kota di wilayah Indonesia Timur.
"Saya berharap penggantinya nanti sama aktifnya dengan Todd Dias. Saya akui hebatnya Konsul Jenderal Australia ini berkantor di Makassar, tapi jangkauan komunikasinya sangat luas," puji Andi Harun.
Andi Harun optimistis hubungan panjang antara Indonesia dan Australia akan terus diperkuat oleh suksesi kepemimpinan diplomatik yang baru. Pemkot Samarinda berharap pergantian ini mampu menelurkan kolaborasi yang jauh lebih nyata, konkret, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.