gop-crypto.vip

Pemkot Pariaman bagikan masker ke siswa antisipasi dampak kabut asap

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mulai membagikan masker kepada siswa di daerah itu sebagai langkah mitigasi untuk melindungi kesehatan warganya dari dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

"Aksi pembagian masker ini dilakukan sebagai upaya perlindungan dini terhadap kesehatan para siswa agar tidak terpapar penyakit saluran pernapasan saat beraktivitas di lingkungan sekolah," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad saat kegiatan pembagian masker di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan pembagian masker tersebut merupakan langkah perlindungan dini bagi siswa agar terhindar dari gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, lanjutnya pembagian masker tidak hanya dilakukan di beberapa sekolah saja namun juga akan dilanjutkan secara bertahap ke sekolah-sekolah lainnya di Pariaman.

"Pembagian masker ini nantinya akan terus kita lanjutkan dan distribusikan ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Pariaman agar seluruh siswa terlindungi," katanya.

Ia menyampaikan Pemkot Pariaman juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara secara berkala sebagai dasar dalam menentukan kebijakan untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.

Wako mengatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah lebih lanjut apabila kondisi cuaca dan ketebalan kabut asap semakin memburuk hingga berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

"Apabila kondisi asap makin parah, kita akan laksanakan sekolah daring demi menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak kita," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut akan diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan tingkat risiko terhadap kesehatan siswa.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu penting serta konsisten menggunakan masker ketika bepergian.

"Kita juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting serta konsisten menggunakan masker saat bepergian," tambahnya.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman merilis Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di daerah itu pada pagi tadi 84 atau dalam kondisi sedang.

Kondisi tersebut lebih baik dari kemarin yang mencapai 112 atau tidak sehat bagi kelompok rentan. Indeks tertinggi terjadi pada Senin (7/9) dengan ISPU mencapai 124 atau tidak sehat bagi kelompok rentan.

Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026