gop-crypto.vip

Pemkot Palu siap kerja sama lintas daerah pemenuhan cabai di pasar

Pemkot Palu siap kerja sama lintas daerah pemenuhan cabai di pasar

Minggu, 11 Oktober 2026 16:21 WIB

Image Print

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa memberikan keterangan terkait penguatan ekonomi masyarakat dan pengendalian inflasi. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu siap bekerja sama lintas daerah untuk pemenuhan kebutuhan cabai di pasar ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) guna menekan lonjakan harga pada komoditas tersebut.

"Kerja sama dimaksudkan supaya hasil produksi petani di daerah-daerah penyangga masuk ke pasar Kota Palu, termasuk petani lokal setempat," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Rahmad Mustafa, di Palu, Minggu.

Ia mengemukakan saat ini harga cabai rawit di pasar tradisional melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram, bahkan pada September 2026 sempat menyentuh angka Rp140 ribu per kilogram.

Tingginya harga komoditas cabai rawit, kata dia, karena stok berkurang akibat dampak kemarau, sehingga harga di pasaran melonjak drastis.

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat Pemkot Palu melakukan langkah intervensi melalui skema pasar murah maupun kasar keliling oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) setempat.

"Meski terjadi lonjakan harga pada sejumlah komoditas, namun kondisi inflasi daerah tetap terjaga. Bahkan Kota Palu tercatat sebagai 10 daerah dengan inflasi terendah," ujarnya.

Ia menuturkan tingkat inflasi Kota Palu pada September 2026 tercatat sebesar 2,80 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), sementara inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) di angka 0,17 persen.

Selain pasar murah, Pemkot Palu juga melakukan intervensi melalui skema pasar tani dan program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan) melalui Dinas Pertamanan.

Khusus pasar tani, pemerintah melibatkan langsung petani dengan konsumen dalam satu lokasi yang singkat.

Sedangkan intervensi program Palu Mapan melibatkan petani mengembangkan lima komoditas prioritas, yakni cabai rawit, bawang merah, tomat, kangkung dan sawi hijau pada lahan tidur yang di manfaatkan kembali.

"Palu mapan salah satu program inovasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menjadi prioritas Pemkot Palu saat ini kegiatan produksi sedang berlangsung," ujar Rahmad.

Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat kurang lebih 46 hektare lahan dimanfaatkan untuk program tersebut.

Khusus tanaman bawang merah dialokasikan 9 hektare di sembilan wilayah, kemudian 10 hektare untuk tanaman cabai rawit di 10 wilayah, komoditas tomat, kangkung dan sawi hijau masing-masing dialokasikan 9 hektare.

"Tujuan program Palu mapan memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan, menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan produksi pangan lokal serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," katanya lagi.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026