Pemkot Magelang: Warga ikut tentukan arah pembangunan
Pemkot Magelang: Warga ikut tentukan arah pembangunan
Kamis, 6 Agustus 2026 12:48 WIB
Kegiatan evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh KemenPAN-RB di Aula Bapperida Kota Magelang di Magelang, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang
Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang menyatakan ingin mengubah cara pandang terhadap pembangunan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku yang ikut menentukan arah pembangunan sehingga bukan sekadar penerima manfaat atas pembangunan.
"Masyarakat jangan hanya menjadi objek pembangunan. Masyarakat adalah pelaku pembangunan yang harus kita ajak dan kita berdayakan melalui metode komunikasi yang baik serta edukasi yang baik,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis.
Pada acara evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Rabu (5/8), ia mengatakan pelibatan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi dan edukasi yang baik sehingga program pemerintah tidak berjalan sepihak.
Hal itu, katanya, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
Ia mengatakan bahwa prinsip tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan program pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya mekanisme "check and balance" dengan melibatkan berbagai pihak.
Komitmen itu, kata dia, antara lain diwujudkan melalui sejumlah program yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, seperti program Berdikari Disabilitas, Angkot Gratis, Puskesmas Pagi–Sore, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Permakanan, dan Cek Kesehatan Lansia.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Magelang membangun kebijakan yang inklusif sekaligus memberikan manfaat langsung kepada warga.
Ia juga menjelaskan arah pembangunan Kota Magelang akan semakin difokuskan pada sektor jasa dan perdagangan yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus berdampak pada bidang sosial dan budaya.
“Kota Magelang menjadi kota jasa dan perdagangan yang mampu menggerakkan sektor ekonomi, sosial, budaya, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Sebanyak tiga sektor jasa yang menjadi perhatian utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Ia mengatakan intervensi pembangunan akan diarahkan pada sektor-sektor tersebut.
Dengan arah itu, kata dia, evaluasi SAKIP tidak sekadar menjadi penilaian atas pelaksanaan program pemerintah, akan tetapi kesempatan baik untuk memastikan kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang jelas, melibatkan masyarakat, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.